Program Wajib Belajar 13 Tahun di Nagan Raya Disosialisasikan  

oleh

Nagan Raya, KRsumsel.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh mulai melakukan sosialisasi program wajib belajar 13 tahun bagi puluhan PAUD tersebar di 10 kecamatan di daerah setempat.

“Program wajib belajar 13 tahun ini menargetkan agar setiap anak menempuh pendidikan sejak usia dini hingga tingkat menengah, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nagan Raya,”kata Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nagan Raya Aceh Safriati Raja Sayang dalam keterangan diterima di Nagan Raya, Selasa (15/7).

Seperti diketahui, program wajib belajar 13 tahun merupakan kebijakan baru yang diterapkan pemerintah, yang mencakup pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat, sebagai perluasan dari program wajib belajar sebelumnya yang hanya 9 tahun.

Baca juga: Pemalak Bawa Sajam di Pulomas Jaktim Diduga Mabuk

Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dan memperkuat fondasi karakter serta keterampilan anak sejak dini. Safriati mengajak seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan di Nagan Raya, untuk bersinergi dan aktif dalam menyukseskan program tersebut.

Safriati mengatakan, pentingnya dukungan semua pihak terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.

Sebagai bagian dari penguatan karakter di lingkungan pendidikan dasar, Bunda PAUD Nagan Raya turut menyampaikan sosialisasi terkait implementasi tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Saat anak dibiasakan untuk proaktif, punya tujuan, dan mampu bekerja sama sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan,”jelasnya.

Ada pun tujuh kebiasaan anak Indonesia bebat yang disosialisasikan meliputi: Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Bunda PAUD Nagan Raya juga mengajak kalangan orang tua agar merupakan turut mendukung program masa pengenalan lingkungan sekolah di awal tahun ajaran baru 2025/2026.

Hal ini merupakan momen penting untuk membentuk karakter anak sejak dini, menanamkan nilai kedisiplinan, serta membantu siswa baru beradaptasi secara positif dengan lingkungan sekolah.

“MPLS harus dilaksanakan secara edukatif dan menyenangkan, bukan dengan pendekatan yang bersifat perploncoan atau membuat siswa merasa tertekan,”ujarnya.

Safriati mengatakan, pendekatan ramah anak yang mengedepankan nilai-nilai positif diharapkan mampu membentuk rasa tanggung jawab serta sikap saling menghargai antarsesama.(net)