Pemkot Mataram Rintis Pantai Bekas Pelabuhan Ampenan jadi Wisata Halal

oleh

Mataram, KRsumsel.com – Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai merintis pantai bekas Pelabuhan Ampenan sebagai destinasi wisata halal di daerah itu.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprinkop UKM) Kota Mataram HM Ramadhani di Mataram, Sabtu (17/5) mengatakan, langkah pertama untuk merintis Pantai Ampenan sebagai wisata halal dengan menyasar para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut untuk menyajikan kuliner halal.

“Kami akan upayakan kepemilikan sertifikasi halal bagi semua PKL di eks Pelabuhan Ampenan,”katanya.

Ia mengatakan, dengan label tersebut bisa memberikan jaminan kepada semua pengunjung bahwa destinasi wisata itu merupakan kawasan wisata kuliner halal.

Baca juga: Sat Res Narkoba Polres Muba Tangkap 2 Orang Pengedar

Pengurusan sertifikasi halal katanya, akan melibatkan di Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga sertifikasi dari UNU (Universitas Nahdlatul Ulama).

Dengan demikian, kawasan eks Pelabuhan Ampenan tidak hanya digarap Dinas Pariwisata tapi bisa berkolaborasi dengan Disprinkop UMK untuk memfasilitasi pedagang memiliki label halal termasuk cara penyajian hingga kawasan itu bisa menjadi wisata halal.

Menurut dia, pemberian label halal merupakan salah satu trik pemasaran untuk menarik konsumen, sekaligus dalam rangka naik kelas.

“Kami istilahnya membranding kawasan wisata halal tidak hanya makanannya, tapi juga kawasan dan fasilitas pendukung di sekitarnya. Seperti, toilet, musala dan lainnya,”katanya.

Selain itu, Disprinkop UKM juga mendorong para pedagang untuk menjual produk sendiri agar memiliki nilai jual dan nilai ekonomis lebih tinggi. Saat ini puluhan PKL yang ada di lapak yang sudah disiapkan Pemerintah Kota Mataram, rata-rata menjual makanan ringan atau snack biasa pabrikan.

Jenis jualan pabrikan itu menurutnya, memiliki keuntungan lebih kecil jika dibandingkan dengan produk sendiri sehingga dampak ekonominya juga kecil.

“Kalau mereka jual produk sendiri, seperti kue buatan sendiri maka selisih atau keuntungan yang didapatkan lebih besar,”katanya.(net)