Bupati Banyuasin juga menambahkan, jika harus tetap mempertahankan toleransi dan mengesampingkan perbedaan, serta berfokus pada Bineka Tunggal Ika di Banyuasin, dikarenakan Banyuasin ini merupakan miniatur Indonesia, dimana semua suku, agama dan masyarakat ada di Kabupaten Banyuasin. Terlebih dalam 12 gerakan yang dicanangkan oleh Bupati Banyuasin dan Wakil Bupati Banyuasin, salah satunya Banyuasin Religi yang bertujuan untuk kenyamanan dan peningkatan di bidang keagamaan.
“Dengan memaksimalkan toleransi antar umat beragama, sesuai dengan program yang dicanangkan. Kedepan tidak akan ada lagi yang bisa mengganggu kehidupan harmonis di Banyuasin,” tambahnya.
Sementara Wakil Bupati Banyuasin, H. Slamet Somosentono menambahkan, jika toleransi antar umat beragama merupakan pondasi dalam kehidupan, juga merupakan aspek utama dalam kehidupan bersosial di masyarakat.
“Toleransi antar umat beragama, sangat penting, terlebih Banyuasin ini banyak masyarakat dari berbagai daerah, suku dan agama. Dengan memegang teguh toleransi, kita tidak gampang di pecah,” tutupnya.
Bupati Banyuasin, Wakil Bupati Banyuasin, juga melakukan pelatakan batu pertama untuk renovasi Masjid Jamiatul Muslimin, di Desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang. Ikut dalam kegiatan ini mewakili Gubernur Sumsel Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Prov. Sumsel H. Nelson Firdaus, juga memberikan bantuan kepada pihak pengurus masjid dan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. (Yan)













