“Saya sudah berdiskusi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II untuk MoU untuk peningkatan kapasitas dosen dari S2 ke jenjang doktor. Tolong diseleksi dengan benar, dan Pemprov akan memberikan beasiswa itu untuk PTS dan PTN yang ada di Provinsi Sumsel,” tambahnya.
Melalui program beasiswa bagi para dosen S2 tersebut, lanjut Herman Deru Pemprov Sumsel ingin meningkatkan kualitas SDM para dosen agar dapat bersaing dengan para doses dari luar negeri. Bukan itu saja beasiswa serupa juga diberikan pada kalangan mahasiswa dengan pemberian stimulan untuk pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Ada 213 negara di dunia ini binggung mencari cara, mempertahankan ekonomi dan pendidikan. Saya spontanitas aja menecetuskan terobosan untuk memberikan stimulan kepada PTS dan PTN. Ada Ribuan mahasiswa dan mahasiwi mendapatkan diskon UKT yang dibiayai Pemprov Sumsel,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Aptisi Wilayah II A Sumsel Babel Dr. Drs H. Muhammad Helmi, M.Si mengatakan, APTISI adalah wadah tunggal bagi perguruan tinggi swasta dalam memajukan pendidikan tinggi swasta dalam membangun bangsa. Setidaknya ada 2990 PTS yang berada dibawah Kemenristekdikti, berkontribusi dalam pembangunanan nasional.
APTISI juga mengucapakan terimakasih atas komitmen Gubernur Herman Deru dalam membantu kelangsungan pendidikan mahasiswa Sumsel di masa pandemi Covid-19, dimana bantuan stimulan berupa pengurangan UKT yang dampaknya sangat dirasakan oleh PTN dan PTS di Sumsel.
“Stimulan kuliah betul-betul dirasakan oleh mahasiswa dan mahasiswi. Potensi besar APTISI tersebut perlu diberdayakan, karena telah banyak usaha pemerintah dalam memajukan bangsa, sejalan dengan upaya untuk memajukan PTS dan mencerdaskan anak bangsa yang akan disiapkan sebagai SDM unggul, untuk membangun bangsa ini,” pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan ini Ketua Dewan Pembina Aptisi Pusat Dr. H. Marzuki Alie, S.E.,M.M, dan Kepala LLDikti Wilayah II Prof. Yuliansyah, S.E., MSA.,Phd.,Akt,CA.(****)













