Kampung di Pesisir Mimika Terdampak Banjir Rob

oleh
Screenshot_2021-12-13-09-53-02-45_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Meski demikian, katanya, perlu dilakukan normalisasi sungai-sungai yang mengitari Kota Timika agar pembuangan air menuju ke Sungai Wania yang bermuara di Laut Arafura menjadi lancar.

“Sungai-sungai yang ada di Timika sekarang ini penuh dengan sampah, alur sungai bahkan semakin sempit karena di kiri dan kanan penuh dengan kandang ternak babi maka harus dibersihkan dan dinormalisasi,” ujarnya.

Sedangkan beberapa kampung pesisir yang rawan banjir rob seperti Keakwa, Atuka, Kokonao dan lainnya perlu dibangun semacam talud atau tembok keliling untuk menahan laju abrasi maupun banjir akibat meluapnya sungai saat hujan deras di wilayah pegunungan.

John mengatakan harus ada upaya serius dan sungguh-sungguh dari Pemkab Mimika didukung oleh Pemprov Papua dan Pemerintah Pusat untuk mengatasi banjir rob maupun banjir bandang yang terjadi di kampung-kampung pesisir Mimika.

“Tidak mungkin pemerintah memindahkan masyarakat Suku Kamoro yang tinggal dan hidup di kampung-kampung wilayah pesisir karena mereka sudah terbiasa dengan 3 S yaitu sampan, sagu dan sungai. Kalau tidak demikian, kampung-kampung di pesisir Mimika terus mengalami situasi seperti itu setiap tahun, apalagi dari tahun ke tahun permukaan laut semakin tinggi akibat pemanasan global,” ujar mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu.