“Mengentaskan kemiskinan melalui gerakan kesalehan sosial yaitu zakat, infaq dan shadaqoh yang juga sesuai dengan konsep religius dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Majene,” ujarnya
“Saya percaya, gerakan membayar zakat, infaq dan shadaqoh akan mampu membantu persoalan kemiskinan. Angka 13.7 persen akan turun hingga ke satu digit. Kalau semua terlibat justru hati akan merasa kaya, karena kita bisa memberi,” papar Ardiansyah.
Ia juga berharap, kepengurusan BAZNAS Majene akan berjalan sukses dan secara transparan termasuk penyaluran yang tepat sasaran.
Sementara, Ketua Baznas Majene KH Saukaddin Gani menyampaikan, selama lima tahun, yakni sejak 2017-2021, BAZNAS berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan tupoksinya, yaitu sebagai mitra pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan upaya mengentaskan kemiskinan.
“Hanya saja, dari potensi zakat ASN untuk 4.200 orang masih belum mencapai target, atau hanya 50 persen dari yang direncanakan,” tuturnya.
“Ada beberapa faktor capaian target itu tidak terpenuhi, diantaranya belum ada kesadaran para muzakki untuk menyalurkan zakatnya di BAZNAS serta adanya anggapan masyarakat yang menyamakan shadaqoh dan infaq adalah bagian dari zakat, termasuk kondisi COVID-19 yang sangat mempengaruhi,” jelas KH Saukaddin Gani.(Anjas)














