“Aksi ini merupakan kampanye penyadartahuan sebagai rangkaian dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang mengusung tema ‘Kemah Hijau Menabung Oksigen Untuk Masa Depan’,”
Sedang keberadaan Mangrove yang menjadi bagian dari kampanye hijau, Nur Akbar menilai cukup penting bagi masyarakat di kawasan pesisir, baik sebagai peredam ombak laut, maupun sebagai mata pencaharian alternatif nelayan sekitar.
Apalagi saat ini keberadaan hutan Mangrove sudah menjadi edukasi wisata melalui pengembangan industri pariwisata, seperti yang ada di Lantebung, Kecamatan Biringkaya, Makassar dan Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan tanaman bakau atau mangrove fungsi utama sebagai pencegah abrasi dan erosi (pengikisan tanah) di kawasan pantai. Termasuk menjadi tempat hidup biota laut dan satwa-satwa disekitar area pesisir.
Pada kegiatan tersebut hadir Sekdis DPLH Sulsel Eko Yuwono, Kepala Sub Lurah UntiaBagian Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel dan Lurah Untia Alwan Januar Setiawan.(Anjas)













