Herman Deru Jadikan Pekan Adat Sebagai Wahana Menjaga Kelestarian Budaya Sumsel

oleh
IMG_20211116_204312_535

Dikatakannya adat adalah warisan budaya yang wajib dilestarikan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menyadari pentingnya hal ini, maka Sumatera Selatan harus juga memprioritaskan pelestarian adat ini.

“Usaha kita untuk melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan harus terus menerus, karena kalau tidak, maka generasi muda kita akan kehilangan arah dan jati diri. Dengan demikian, kita  juga memerlukan pembangunan manusia atau pembangunan non fisik. Karena pembangunan fisik saja tanpa membangun non fisik, maka akan timpang dan berdampak tidak baik bagi masa depan bangsa, daerah dan negara kita,” jelasnya.

Lebih jauh Herman Deru berharap penyelenggaraan Pekan Adat ini tidak sekedar menjadi ajang menampilkan gaun-gaun tradisional.yang indah dari berbagai suku. Juga bukan menampilkan kesenian semata dari berbagai daerah.

“Penampilan busana dan kesenian itu sudah pasti membanggakan. Tapi Saya ingin lebih dari itu bagaimana, adat dan budaya di Sumsel ini benar-benar dikupas lagi, misal tentang penggunaan tingkat bahasa dan lainnya. Saya minta Dispar mulai menginventarisir ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Herman Deru juga tak lupa mengapresiasi Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB) yang diketuai H. Syahrial Oesman yang telah berkomitmen untuk berkontribusi melestarikan serta mengembangkan adat budaya Sumsel.