Pertamina Gelar Organisasi Kondisi Darurat di IT Ampenan Mataram

oleh
Screenshot_2021-11-09-06-11-55-36_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Simulasi ketiga adalah menangani tumpahan minyak dari kapal di perairan laut Ampenan. Upaya tersebut dilakukan oleh tim khusus dari IT Ampenan.

Simulasi penanganan tim OKD yang mengalami luka atau sakit juga dilakukan dengan melibatkan tim medis dari rumah sakit di daerah setempat.

“Secara umum, kegiatan OKD dengan tiga skenario tersebut, semua berjalan dengan cukup baik, koordinasi dengan pihak ketiga juga sudah cukup baik,” kata Syukur.

Ia mengatakan selain memberikan gambaran kondisi sebenarnya apabila terjadi keadaan darurat di suatu lokasi, kegiatan OKD Level 1 tersebut juga untuk mengukur kecepatan respon dari internal IT Ampenan, dan pihak luar.

“Dengan begitu, apabila terjadi kejadian yang sebenarnya, kami sudah tahu cara penanganannya seperti apa dan bagaimana membiasakan diri,” ujarnya.

Syukur menambahkan kegiatan OKD merupakan program tahunan bagi setiap lokasi. Namun penentuan level 1 dan level 0 tergantung kebutuhan dan komunikasi dengan tim regional maupun dengan pusat.

Kegiatan simulasi di masa pandemi COVID-19 tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan, terlebih IT Ampenan sudah mendapat penghargaan platinum dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, terkait penanggulangan dan penanganan COVID-19.(Anjas)