Menjawab kesulitan ini, empat bank pemerintah yang tergabung dalam Himbara (BRI, Mandiri, BNI, dan BTN) lantas menghadirkan DigiKU untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses kredit namun tetap aman.
Menggandeng industri e-commerce, DigiKU membuka akses sangat luas bagi pelaku usaha yang sudah “onboard” di platform.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan pentingnya mendukung transformasi digital dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.
Perry berharap DigiKU dapat semakin menyasar para pelaku usaha secara daring dan mempermudah pengajuan pinjaman dengan suku bunga kredit yang rendah dan terjangkau, dengan jangka waktu yang sesuai.
Gubernur BI juga berharap ada penyelarasan digiKU dengan QRIS agar semua transaksi pelaku usaha bisa tercatat secara digital. Hal ini nantinya dapat menjadi parameter kredit “scoring” sehingga membantu pelaku usaha dalam mengajukan kredit.
DigiKU sendiri menargetkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di tahun 2021. Dari target pada 2020 sebesar Rp4,2 Triliun telah terealisasi sebesar Rp2,9 Triliun, dan akan terus bertambah seiring peningkatan pelaku UMKM yang sudah “onboarding”.



