Hal tersebut memperlihatkan bahwa Program JKN-KIS menerapkan sistem pembiayaan yang mampu beradaptasi secara dinamis.
“Tentu tidak menutup kemungkinan bahwa pemerintah Indonesia tentu terus berupaya mencari sistem yang tepat yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman,” jelas Ghufron.
Selain BPJS Kesehatan, turut hadir dalam acara dialog itu sebagai pembicara antara lain Ecole Nationale Supreieure de Securite Sociale (EN3S) dan National Sickness Insurance Fund (Caisse Nationale de l’Assurance Maladie/CNAM) dari Prancis, Iranian Social Security Organization dari Iran dan Employees’ State Insurance Corporation (ESIC) dari India.(Anjas)













