Pengamat Harap Kenaikan Harga Batu Bara Tak Ganggu Pembangkit PLN

oleh
Screenshot_2021-10-08-10-33-24-73_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Jakarta, KRsumsel.com – Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tumiran berharap kenaikan harga batu bara tak mengganggu pasokan ke pembangkit listrik dalam negeri milik PT PLN (Persero).

“Pengusaha jangan hanya bicara untung, tetapi juga memastikan ketahanan pasokan batu bara Tanah Air. Harusnya ada pemahaman bersama untuk kepentingan dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Saat ini lonjakan harga batu bara dunia mencapai 200 dolar AS per ton, sehingga menimbulkan kekhawatiran banyak pihak terkait stabilitas listrik dalam negeri.

Tumiran menjelaskan lonjakan harga batu bara terjadi akibat adanya peningkatan pasokan komoditas. Terlebih beberapa negara, seperti China sempat susah payah menyeimbangkan pasokan listrik dengan permintaan seiring pulihnya perekonomian pasca-pandemi.

Menurutnya, kondisi itu bukan tidak mungkin krisis energi juga dapat terjadi di Tanah Air saat pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit dalam negeri terpangkas.

Para pengusaha batu bara di Indonesia tetap menaati aturan kebijakan harga Domestic Market Obligation (DMO) kepada PLN.