Ambon, KRsumsel.com – Total kumulatif infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (Aids) di Provinsi Maluku sejak pertama kali terdata pada 1994 hingga saat ini sudah mencapai 6.545 kasus.
“Total kumulatif kasus HIV dan Aids di Maluku dari tahun 1994 hingga Desember 2020 ada 6.545 kasus,” kata Manajer Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Maluku Chris Hutubessy di Ambon, Kamis.
Kasus infeksi HIV dan Aids di Maluku pertama kali ditemukan di Kota Tual pada 1994. Dalam rentang waktu 12 tahun kasus penularan menjadi epidemi terkonsentrasi dan ditemukan menyebar ke seluruh kabupaten/kota pada 2009. Hingga tahun 2011, kasusnya ditemukan telah mencapai para ibu rumah tangga dan anak-anak.
Dari 6.545 kasus yang terdata, jumlah yang tertular HIV sebanyak 5.228 orang, sedangkan pengidap Aids 1.317 orang. Berdasarkan golongan umur, 77 persen penderita HIV dan Aids berada pada usia produktif antara 15-39, yang mana 58 persen adalah laki-laki, sedangkan perempuan 42 persen. Cara utama penularan HIV 86,4 persen melalui seks dan 3,0 persen hubungan sesama jenis.
“Tahun 2006 kasusnya menjadi epidemi terkonsentrasi, semua kabupaten/kota di Maluku dinyatakan terinfeksi pada 2009 dan tahun 2011 terdata menular hingga ke lingkungan keluarga, para ibu rumah tangga dan anak-anak juga terinfeksi,” kata dia.
Dikatakannya lagi, Kota Ambon menjadi wilayah dengan angka kasus penularan HIV dan Aids tertinggi di Provinsi Maluku, yakni 4.344 kasus, dengan infeksi HIV sebanyak 3.402 kasus dan penderita Aids 942 orang, disusul Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 759 kasus dengan 659 kasus HIV dan 100 penderita Aids, dan Kabupaten Aru 548 kasus dengan 417 adalah kasus HIV dan 131 kasus Aids.
Kabupaten Maluku Tengah terdata ada 377 kasus, 271 kasus di antaranya adalah HIV dan 66 kasus Aids, Kepulauan Tanimbar 236 kasus dengan 207 kasus HIV dan 29 Aids, sedangkan Kabupaten Maluku Barat Daya ada 122 kasus, 114 merupakan kasus HIV dan delapan kasus Aids.













