Protes Migran di Meksiko Selatan: ‘Kami Bukan Penjahat’

oleh
Screenshot_2021-09-16-08-35-44-67_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

“Kami memohon untuk dikeluarkan dari Tapachula, mereka membuat kami kelaparan,” kata Juliana Exime, seorang wanita Haiti berusia 30 tahun yang telah berada di kota itu selama dua minggu.

“Kami tidur di jalan, di tengah hujan, kami sakit, mereka ingin membunuh kami dan terlebih lagi dengan penyakit itu,” tambah Exime merujuk pada COVID-19.

Komisi Bantuan Pengungsi Meksiko (COMAR) tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pejabat migrasi Meksiko dan personel militer telah dikritik oleh kelompok hak asasi karena menggunakan kekerasan untuk membendung arus migran yang terkait AS di selatan negara itu.

Amerika Serikat telah menekan Meksiko untuk menghentikan arus migrasi dan pemerintah Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador sering mengerahkan pasukan keamanan untuk secara fisik mencegah para migran menuju utara.

Washington juga telah meminta orang Amerika Tengah untuk tidak melakukan perjalanan berbahaya ke utara, dengan adanya laporan penculikan, pemerasan, pemerkosaan dan bahkan pembunuhan migran.(Anjas)