Kupang, KRsumsel.com – Puluhan hektare lahan sawah di Desa Beloto, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terancam gagal tanam akibat kerusakan saluran irigasi yang terdampak badai siklon tropis Seroja belum diperbaiki pemerintah daerah setempat.
Hal itu dikemukakan Kepala Desa Beloto Sohlang Masang ketika dihubungi dari Kupang, Rabu, terkait kondisi infrastruktur pertanian di Desa Beloto yang rusak akibat bencana badai siklon tropis Seroja.
“Para petani kami saat ini memang sedang gelisah karena takut gagal tanam akibat rusaknya saluran irigasi sekitar 70 meter yang membuat lebih dari 30 hektare lahan sawah kering,” katanya.
Desa Beloto di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, merupakan salah satu desa yang terdampak cukup parah akibat badai siklon tropis Seroja yang melanda NTT pada 4-5 April lalu.
Selain kerusakan irigasi, infrastruktur jembatan yang merupakan akses utama dari dan menuju desa setempat juga rusak total dan belum diperbaiki.
Menurut dia, warga setempat memaklumi bahwa butuh waktu dan anggaran yang lebih besar untuk bisa membangun kembali jembatan tersebut.













