Sementara itu, Ketua We Love Jokowi (WLJ) Pusat Yanes Yosua Frans ,yang akrab disapa Bang Yanes yang diminta bantuannya oleh warga Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung mrnegaskan ia tetap menegaskan agar Pemerintah Daerah dan unsur terkait dapat lebih peduli dengan penderitaan rakyat ini. Sebab, perjuangan hak atas tanah warga yang diduga dirampas anak perusahaan PTBA Tbk Bukit Asam ini jangan dipandang sebelah mata dan ia tetap tegaskan agar perusahaan bertanggung jawab atas semua ini.
“Saya minta Pj Bupati Muara Enim dapat selesaikan dan tegas atas warga yang dizolimi oleh perusahaan karena lahannya dirampas serta dapat segera cepat memanggil para pimpinan perusahaan perampas tanah warga ini,” pinta Yanes yang tetap patuh dengan disipllin Prokes Covid-19 ini.
Yanes juga meminta, jika tidak bisa menyelesaikan hak atas tanah milik warganya yang tertindas oleh perusahaan berlabel BUMN itu secepatnya ia akan menghadap Presiden Jokowi guna meminta keadilan dan ketegasan darinya.
“Masalah perampasan tanah warga ini ada pidananya dan ini tindak kriminal dan harus diusut bila perlu pecat saja pimpinan BUMN itu,”tegas Yanes salah satu ketua Ormas Relawan Jokowi tersebut.
Yanes menambahkan, bahwa kedatangan ia di Bumi Serasan Sekundang Muara Enim tersebut murni membela rakyat yang tertindas, karena bukan di Muara Enim saja yang telah ia perjuangkan untuk rakyat.
“Dan presiden Jokowi saya yakin tidak berubah sedikitpun untuk membela kepentingan rakyatnya. Apalagi, yang tertindas diatas tanahnya sendiri. Pak Erik Tohir sebagai pimpinan tertinggi di BUMN juga jangan ambil diam. Harus bertanggung jawab atas semua ini,” ungkap Yanes.
Pantauan media ini saat gelar Jumpa awak media dengan ratusan warga dua Kecamatan tersebut tampak tetap disiplin Prokes Covid-19 dan selanjutnya membubarkan diri kerumah masing-masing.(tim)














