Gubernur Dukung Proyek Kabel Listrik Bawah Laut Melewati Laut NTT

oleh
Screenshot_2021-09-10-21-19-57-00_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

“Pihak perusahaan silahkan paparkan ke tim kami karena tentu ada hal-hal yang harus dipertimbangkan dari segi lingkungan dan fungsi laut. Ditinjau juga apa-apa saja yang dapat mempengaruhi dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PT Sun Cable Indonesia, Eric Dito menjelaskan bahwa proyek kabel listrik Australia-Singapura ini tetap akan melibatkan daerah-daerah di Indonesia. Proyek ini, kata dia, juga akan memberikan manfaat kepada daerah NTT.

“Kami akan melibatkan berbagai pihak di Indonesia, khususnya sumber daya manusia lingkup lokal maupun nasional selama proses kegiatan pra-rekonstruksi,” katanya.

Eric Dito pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT atas dukungan terhadap rencana proyek tersebut. Pihaknya juga akan menindaklanjuti semua masukan yang diterima terutama berkaitan dengan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat NTT.

“Ke depan sesuai harapan pemerintah NTT, kita akan maksimalkan semua potensi yang ada di NTT, dimana jelas ada transfer pengetahuan serta efek domino terhadap perekonomian melalui manufaktur dan jasa di Indonesia,” katanya.

Proyek infrastruktur sepanjang 3.302 kilometer tersebut akan dibangun pada akhir 2024. Kabel listrik itu akan dipasang dari perbatasan ZEE Indonesia-Australia di Laut Timor melewati Samudra Hindia, Selat Lombok, Laut Bali, Laut Jawa, Selat Gaspar, Laut Natuna, Selat Riau, sampai ke batas Indonesia-Singapura.(Anjas)