Padang, KRsumsel.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy menilai Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi pergerakan berperan besar dalam pembangunan sumbar daya manusia (SDM) di provinsi itu melalui sekolah-sekolah yang tersebar di 19 kabupaten/kota.
“Pendidikan merupakan tulang punggung pembangunan bangsa. Orang lebih senang melihat pembangunan yang bersifat fisik karena hasilnya langsung tampak. Sementara pembangunan pendidikan dan SDM sering terlupakan. Muhammadiyah bisa mengisi “kealpaan” itu,” kata Audy di Padang Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan itu saat bersilaturahim dengan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pariaman di Jl. Dr.M. Djamil No. 35 Guguak Pariaman.
Audy mengatakan pembangunan SDM memang tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi bisa dirasakan karena tanpa SDM yang kuat dan mumpuni mustahil pembangunan daerah akan bisa berjalan dengan maksimal.
“Karena itu kami sangat mengapresiasi Muhammadiyah yang terus bergerak di sektor pendidikan, kesehatan dan sosial yang merupakan kebutuhan dasar bagi pembangunan daerah,” katanya.
Terkait upaya Muhammadiyah Pariaman untuk mendirikan pesantren, Audy mengatakan pemerintah pasti memberikan dukungan untuk semua kegiatan positif. Namun dalam kondisi pandemi COVID-19 banyak refokusing yang dilakukan terjadi keterbatasan anggaran.
Selain itu banyaknya sekolah dan pesantren yang mengajukan permintaan bantuan membuat bantuan yang diberikan tidak bisa sesuai dengan besar yang diharapkan.
Ia menyemangati generasi muda Muhammadiyah di Pariaman untuk aktif mengumpulkan donasi memanfaatkan teknologi.
“Hampir semua anak muda sekarang memiliki telepon pintar. Manfaatkanlah dengan cara yang pintar pula. Dengan sebuah gerakan bersama bantuan dari umat tidak mustahil bisa dikumpulkan,” ujarnya.
Audy memandang peran aktif pemuda itu akan menjadi pendidikan yang bagus bagi generasi “tangan di atas”, bukan generasi peminta-minta yang berdiri di pinggir jalan.
“Promosikan upaya pembangunan pesantren itu dengan cara yang pintar, buka donasi. Setidaknya itu akan menjadi bantuan yang sangat besar artinya kalau belum memiliki kemampuan finansial,” ujarnya.
Wagub juga memberikan dorongan semangat bagi anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyah serta generasi muda yang tengah kuliah. Menurutnya, dari setiap kisah sukses seseorang ada cerita perjuangan yang panjang. Perjuangan itu wajib dijalani sebelum mencapai titik tujuan yang diinginkan.
Sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pariaman, Hasan Basri mengatakan Muhammadiyah adalah organisasi gerakan. Yang menggerakkan pendidikan. Menggerakan kesehatan dan menggerakkan pemberdayaan manusia.
Salah satu program yang saat tengah diwacanakan adalah pembangunan pesantren di Pariaman. “Kami sekarang sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan pondok pesantren di Naras. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk peletakan batu pertama nantinya,” katanya.(Anjas)














