Mukomuko, KRsumsel.com – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan sebanyak 13 kelompok tani di daerah ini yang mengajukan program peremajaan tanaman kelapa sawit yang tidak produktif karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua kepada pemerintah pusat.
“Saat ini sebanyak 13 kelompok tani yang mengajukan program peremajaan tanaman kelapa sawit tahun 2021, tiga kelompok tani di antaranya yang terverifikasi. Kemungkinan jumlah kelompok tani yang mengusulkan program ini akan bertambah,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, di Mukomuko, Rabu.
Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko tahun ini menargetkan peremajaan tanaman kelapa sawit tidak produktif karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua di lahan milik kelompok tani seluas 1.500 hektare.
Ia menyebutkan, sebanyak tiga kelompok tani yang sudah terverifikasi mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit, yakni KRP Sinar Abadi Desa Sungai Gading dengan luas lahan sekitar 132 hektare, Kelompok Tani Maju Bersama Desa Sungai Lintang Seluas 92,7 hektare, dan Kelompok Tani Cahaya Sejahtera Desa Talang Sakti seluas 120,4 hektare.
Ia mengatakan, tim dari pemerintah provinsi saat ini masih melakukan verifikasi data calon petani dan calon lahan (CPCL) perkebunan kelapa sawit milik tiga kelompok tani yang diusulkan mendapatkan program ini.
Sedangkan sebanyak 10 kelompok tani lainnya di daerah ini yang mengusulkan program peremajaan tanaman kelapa sawit di lahan perkebunan kelapa sawit dengan luas rata-rata 100 hektare hingga 250 hektare.
Luas lahan perkebunan kelapa sawit tidak produktif yang diusulkan oleh kelompok tani lainnya masih estimasi, luas lahan perkebunan milik kelompok tani ini bisa berubah saat verifikasi calon petani dan calon lahan perkebunan kelapa sawit yang diusulkan mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit.
Dinas Pertanian setempat pada pertengahan bulan Agustus 2021 menargetkan peremajaan tanaman kelapa sawit yang tidak produktif karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua di lahan seluas 700 hektare.
Ia optimistis, peremajaan tanaman kelapa sawit milik masyarakat petani di daerah ini tahun 2021 dapat mencapai target yang telah ditetapkan, yakni seluas 1.500 hektare.(Anjas)














