Ketua Tim Unhas Ilma Rasyidah Budi Taufiq dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan Pen-Core Biopsy merupakan modifikasi dari alat Core Needle Biopsy, yang didesain lebih kecil, ramping, ringan, menggunakan satu tangan dan satu operator dalam pengoperasiannya.
Sehingga, kata dia, dapat meminimalkan terjadinya robekan lebar pra-operasi dengan dukungan harga yang lebih murah.
“Salah satu tantangan yang kami hadapi lebih terkait dengan manajemen waktu, sebab kami juga harus membagi waktu dengan kuliah yang kebetulan masa ujian,” ujarnya.
“Berkat dukungan dan komitmen fakultas dan dosen, ini dapat kami atasi. Pengerjaan karya juga menghadapi tantangan situasi pandemi sehingga kami lalui dengan pemanfaatan ruang virtual,” sambung Ilma.
Ilma berharap alat ini dapat terealisasi dengan baik dan mampu diproduksi secara massal dengan harga yang lebih murah.
Kedepan, diharapkan alat ini dapat membantu tenaga medis yang melakukan tindakan biopsi mulai dari dokter spesialis hingga dokter umum di tingkat fasilitas kesehatan primer seluruh Indonesia.(Anjas)














