Wali Kota Tanjungpinang Rahma, di Tanjungpinang, Sabtu, mengatakan, dari 16 kasus baru itu, lima orang di antaranya bergejala, sedangkan 11 orang lainnya tidak memiliki gejala.
“Total jumlah pasien bergejala mencapai 467 orang, sementara yang tidak bergejala 543 orang,” katanya.
Dari 1.010 orang total pasien COVID-19 tersebut, sebanyak 236 orang di antaranya tertular COVID-19, namun tidak pernah ke luar daerah dan tidak pernah kontak erat dengan pasien COVID-19. Sementara jumlah pasien yang tertular COVID-19 setelah melakukan perjalanan ke luar daerah sebanyak 135 orang.
Sedangkan pasien yang tertular akibat kontak erat dengan pasien COVID-19 mencapai 639 orang.
“Kasus baru hari ini, ada 14 orang yang tertular COVID-19 akibat kontak erat dengan pasien COVID-19 paling banyak. Hal itu disebabkan tidak mematuhi protokol kesehatan. Kami juga temukan dua kasus baru untuk kategori tidak pernah ke luar daerah dan tidak pernah kontak erat dengan pasien COVID-19 cukup tinggi,” ujarnya.
Rahma menuturkan jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 16 orang sehingga menjadi 843 orang.
Total jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 19 orang.
Jumlah kasus aktif COVID-19 sebanyak 148 orang. Saat ini 61 orang pasien dirawat di rumah sakit, 20 orang menjalani karantina terpadu dan 67 orang isolasi mandiri.
Ia mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa dicegah bersama-sama.
“Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” tuturnya.(Anjas)

















