Palembang – Banyuasin Perkuat Kerjasama Pembangunan Wilayah Perbatasan

oleh
Daerah-Perbatasan
banner DPRD OKI

Palembang, KRsumsel.com – Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan memperkuat kerja sama pembangunan dan pelayanan publik di wilayah perbatasan guna mempermudah masyarakat yang masih menghadapi permasalahan akibat kendala teritorial.

Bupati Banyuasin Askolani di Palembang, Rabu, mengatakan antara wilayah Kota Palembang dan Banyuasin tidak bisa dipisahkan lagi karena mobilitas masyarakat di daerah tersebut sudah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Posisi Banyuasin sebagai penyangga Kota Palembang semakin kuat, oleh karena itu perlu langkah konkret agar pembangunan kian terintegrasi dan permasalahan yang kerap terjadi diperbatasan dapat teratasi,” ujarnya setelah MoU pembangunan dan pelayanan publik di Palembang.

Menurut dia, Pemkot Palembang dan Pemkab Banyuasin akan mengembangkan banyak sektor, namun ia menyebut tiga prospek pembangunan yang mungkin lebih dulu akan diprioritaskan, yakni pembangunan jalan, suplai air bersih, dan kebersihan.

Pembangunan jalan sangat penting karena munculnya wilayah keramaian baru di wilayah perbatasan belum sepenuhnya didukung akses jalan yang baik, di satu sisi warga yang tinggal di Palembang namun bekerja di Banyuasin atau sebaliknya juga semakin meningkat sehingga membutuhkan aksesibilitas yang lancar, termasuk di dalamnya kebutuhan transportasi.

Selain itu kerjasama suplai air bersih diharapkan dapat menyelesaikan persoalan pasokan air bersih yang kerap mendera warga Banyuasin di perbatasan karena saluran PDAM Kota Palembang tidak dapat masuk. Ia menyebut PDAM Palembang akan tersambung ke Banyuasin.

Sementara kerja sama pada sektor kebersihan, kata dia, Pemkab Banyuasin berencana membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional di Kecamatan Talang Kelapa yang berbatasan dengan wilayah Palembang.

“Untuk persoalan batas wilayah (Tegal Binangun) juga secepatnya dituntaskan karena kami juga ingin riak-riak batas wilayah itu tidak ada lagi,” kata Askolani menjelaskan.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo, menambahkan bahwa Pemkot Palembang akan membantu suplai air bersih bagi warga Banyuasin di wilayah perbatasan sebagai langkah konkret pembangunan yang berdampak langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Tapi saat ini kapasitas PDAM di Palembang juga masih kurang karena masih membangun beberapa intake yang targetnya selesai pada 2021, baru setelahnya PDAM mulai bisa masuk ke Banyuasin,” kata Harnojoyo.

Selain itu dalam kerja sama tersebut juga dibahas terkait perluasan wilayah Palembang yang akan menyisir sebagian wilayah Banyuasin baik area jalan maupun lanskap alam, perluasan itu salah satunya untuk pembangunan jalan lingkar timur Kota Palembang.

Sementara rencana Pemkab Banyuasin yang ingin membangun TPA Regional menurutnya sangat solutif, sebab dapat menyuplai kebutuhan sampah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang sedang dibangun oleh Pemkot Palembang. (Anjas)