Krsumsel.com, Indralaya – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kesiapsiagaan dengan mengerahkan personel dan menyiagakan armada pemadam kebakaran di sejumlah wilayah operasi.
Sejak akhir Juli hingga 28 Oktober 2026, tim pemadam kebakaran dari berbagai field PHR Zona 4 telah terlibat dalam penanganan 113 kejadian karhutla di Sumatera Selatan.
Langkah ini dilakukan untuk membantu menekan dampak kebakaran, melindungi masyarakat, serta menjaga keamanan fasilitas dan kelancaran operasi hulu minyak dan gas bumi (migas).
Penjabat Sementara (Pjs) General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung upaya penanggulangan karhutla melalui respons cepat dan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Dibutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Kami memastikan personel dan peralatan siap dikerahkan untuk mendukung penanggulangan bersama serta meminimalkan dampak terhadap operasi produksi dan keselamatan masyarakat,” ujar Luthfi di Indralaya.
113 Kejadian Ditangani di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan data PHR Zona 4, penanganan karhutla tersebut tersebar di enam wilayah kerja, dengan rincian sebagai berikut:
PEP Prabumulih Field: 18 kejadian.
PEP Limau Field: 27 kejadian.
PEP Adera Field: 27 kejadian.
PEP Pendopo Field: 16 kejadian.
PEP Ramba Field: 17 kejadian.
PHE Ogan Komering dan Raja Tempirai (OKRT) Field: 8 kejadian, PEP Limau dan PEP Adera Field masing-masing mencatat 27 kejadian, menjadi jumlah tertinggi di antara wilayah kerja yang disebutkan.
Baca juga Inovasi Tanpa Henti, ARYADUTA Palembang Gebrak Tren Wellness Lewat Yoga Imersif
Puluhan Personel dan Armada Disiagakan
Untuk mendukung penanganan di lapangan, PHR Zona 4 menempatkan personel dan armada pemadam sesuai kebutuhan di setiap wilayah operasi.
PEP Prabumulih dan PEP Limau masing-masing menyiagakan tiga unit fire truck dengan empat petugas setiap hari.
Sementara itu, PEP Adera menyiapkan satu unit fire truck dan lima petugas, sedangkan PEP Pendopo mengerahkan lima unit fire truck dengan tujuh petugas, di wilayah PEP Ramba, tiga unit fire truck didukung tujuh petugas yang ditempatkan di empat lokasi.
Adapun PHE OKRT menyiagakan satu unit fire truck dan lima petugas.
Selain armada pemadam, perusahaan memastikan kesiapan berbagai peralatan pendukung, meliputi fixed fire pump, mobile fire pump, water tank, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk membantu proses pemadaman, patroli dan Laporan Warga Percepat Respons
Upaya deteksi dini juga menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Informasi mengenai titik panas (hotspot) diperoleh melalui patroli rutin tim keamanan Pertamina, laporan masyarakat, serta informasi dari pemerintah setempat.
Informasi tersebut menjadi dasar untuk mempercepat respons, terutama ketika kebakaran berpotensi mendekati jalur pipa maupun fasilitas produksi migas.
Luthfi mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait potensi kebakaran.
Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan bersama.
“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat. Ini merupakan bentuk sinergi untuk menjaga keselamatan bersama dan mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
Melalui kesiapsiagaan personel, armada, dan peralatan pemadam, PHR Zona 4 berupaya mendukung penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan keberlangsungan operasi energi nasional.(rul)












