Krsumsel.com, PRABUMULIH — Kejahatan lintas daerah tak memberi ruang bagi para pelaku untuk bersembunyi. Berkat kerja sama kilat lintas wilayah yang melibatkan aparat kepolisian dari berbagai sektor serta sinergi internal grup, Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field sukses menggagalkan aksi pencurian minyak mentah (illegal tapping) pada Jalur Trunk Line PPP-KM3 Plaju di Desa Cambai.
Operasi senyap yang berujung pada penangkapan tiga terduga pelaku berinisial SH, D, dan RH ini diumumkan langsung di Prabumulih, Rabu (22/10/2026).
Penangkapan tersebut sekaligus menjadi bukti ketegasan perusahaan dalam melindungi objek vital nasional (obvitnas) dari ancaman sindikat kejahatan terorganisir.
”Kami tidak mentoleransi segala bentuk tindakan yang mengancam keberlangsungan objek vital nasional dan membahayakan masyarakat,” tegas Pjs. Senior Manager PEP Prabumulih Field, Eko Bagus Wibowo.
Ia juga mengapresiasi solidnya kolaborasi yang terjalin dengan PEP Jambi Field, Polres Prabumulih, serta jajaran Polsek di wilayah Tanah Abang, Bajubang, hingga Kota Baru Jambi.
Berawal dari Intelijen, Berakhir di Balik Jeruji
Mata rantai pengungkapan kasus ini bermula pada awal Oktober lalu. Tepatnya 9 Oktober 2026, Tim HSSE Operations PEP Prabumulih Field mengendus gelagat mencurigakan. Mereka menerima laporan intelijen mengenai pergerakan sindikat illegal tapping yang kerap beroperasi di sejumlah titik di Jambi dan PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), serta berniat melebarkan sayap aksi kriminalnya ke wilayah Prabumulih.
Baca juga: Polsek Sanga Desa Lepas 12 Personil BKO Brimob
Tak ingin kecolongan, tim keamanan langsung bergerak cepat. Koordinasi intensif dilakukan bersama Polsek Kota Baru Jambi dan PEP Jambi Field untuk memetakan data para pelaku yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hasil pemetaan itu kemudian digabungkan dengan informasi di tingkat lokal bersama Polres Prabumulih.
Buah dari kesabaran dan ketelitian itu dipetik pada Selasa (20/10/2026). Tim gabungan yang terdiri dari PEP Prabumulih Field, kepolisian, dan Tim Pengamanan Tertutup Zona 4 menggerebek sebuah perumahan di Jalan Nias, Kecamatan Prabumulih Timur.
Di lokasi tersebut, petugas meringkus SH, D, dan RH tanpa perlawanan berarti. Bersamaan dengan penangkapan itu, petugas menyita barang bukti yang menunjukkan skala operasi sindikat ini yang tidak main-main:
1 unit mobil bak terbuka dan 1 unit sepeda motor (sarana transportasi operasional)
2 buah clam & kerangan ukuran 8 dan 10 inci
Selang sepanjang 100 meter dan 15 batang pipa galvanis sepanjang 4 meter
Bor listrik, pasak, serta seperangkat kunci
Dari hasil pendalaman, lingkaran kejahatan para pelaku ternyata cukup luas.
Berdasarkan keterangan sementara, komplotan ini juga bertanggung jawab atas sejumlah aksi illegal tapping di empat titik di PALI, jalur Trunk Line Tempino-Plaju, hingga jalur Trunk Line Bajubang-Tempino.
Hari penegakan hukum bagi PEP Prabumulih Field seolah beruntung ganda. Masih di tanggal yang sama (20/10/2026), di tengah kesibukan pengamanan aset migas, Tim HSSE juga memergoki aksi pencurian terpisah di Kompleks Pertamina Prabumulih.
Petugas keamanan yang tengah berpatroli reguler mendapati seorang pelaku pencurian sedang beraksi di rumah dinas pekerja Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Berbekal barang bukti berupa gergaji besi, linggis, dan pisau, pelaku langsung diringkus di tempat, digelandang ke posko security, dan diserahkan kepada Polsek Prabumulih Barat untuk diproses hukum.
Bagi Eko Bagus Wibowo dan jajaran manajemen PEP Prabumulih Field yang beroperasi di bawah naungan Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4), pengamanan aset negara bukan sekadar urusan produksi, melainkan menyangkut keselamatan nyawa masyarakat luas.
”Keselamatan masyarakat dan keamanan objek vital nasional merupakan prioritas kami. PEP Prabumulih Field akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan obvitnas serta kelancaran kegiatan operasi hulu migas,” tutup Eko.(Roni)
















