Inovasi Batch Drilling PHR Zona 4 Berbuah Manis, Sumur GNK-115 Berpotensi Hasilkan 2.423 Barel Minyak per Hari

oleh

Krsumsel.com, Indralaya – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 kembali menunjukkan keberhasilannya dalam mengembangkan potensi minyak dan gas bumi melalui penerapan teknologi pengeboran yang efisien. Kali ini, inovasi batch drilling yang diterapkan pada Sumur GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, mencatatkan hasil yang menjanjikan.

Berdasarkan hasil uji alir awal (initial flow test) dengan metode natural open flow pada 5 Oktober 2026, Sumur GNK-115 mencatatkan potensi produksi minyak sebesar 2.423,29 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 1,95 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Capaian tersebut menjadi salah satu langkah strategis PHR Zona 4 dalam mengoptimalkan potensi hidrokarbon sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Pengembangan Sumur GNK-115 telah dimulai sejak 21 Juli 2026 dengan menerapkan metode batch drilling. Teknik ini memungkinkan pengeboran sejumlah sumur di kawasan yang sama dilakukan secara bertahap, sehingga proses pemindahan dan pemasangan ulang rig pada setiap sumur dapat dikurangi.

General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi dalam kegiatan operasional hulu minyak dan gas bumi.
Menurutnya, capaian di Sumur GNK-115 juga menjadi motivasi bagi seluruh pekerja untuk terus menghadirkan terobosan yang efektif, andal, dan berkelanjutan.

“Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan,” ujar Heru saat berkunjung ke Indralaya.

Utamakan Keselamatan Kerja
Selain hasil teknis yang menjanjikan, kegiatan pengeboran Sumur GNK-115 juga mencatatkan 57.288 jam kerja selamat (safe man hours) sejak awal pelaksanaan pengeboran.

Capaian tersebut mencerminkan penerapan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam kegiatan operasional perusahaan.
PHR Zona 4 juga menempatkan keunggulan operasional (Operational Excellence) sebagai bagian penting dalam menjalankan kegiatan pengeboran agar berlangsung secara efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan pekerja dan perlindungan lingkungan.

Baca juga: SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura

Sumur GNK-115 merupakan sumur pengembangan kedua di Struktur Gunung Kemala yang dikerjakan menggunakan metode batch drilling. Sebelumnya, pada akhir September 2026, PHR Zona 4 juga berhasil mengembangkan Sumur GNK-114 dengan mengombinasikan metode tersebut dan teknologi komplesi ganda (dual completion).

Keberhasilan pengembangan kedua sumur itu menjadi modal bagi perusahaan untuk melanjutkan pengeboran pada sumur-sumur berikutnya. PHR Zona 4 selanjutnya menargetkan penyelesaian pengeboran menggunakan metode serupa pada Sumur GNK-PD68 dan GNK-PD79.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengoptimalkan potensi hidrokarbon yang masih tersedia serta mendorong peningkatan produksi minyak dan gas di wilayah kerja PEP Prabumulih Field maupun PHR Zona 4 secara keseluruhan.

Inovasi untuk Lapangan Migas Matang
Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, menegaskan bahwa inovasi teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan produksi, terutama di lapangan minyak dan gas bumi yang telah memasuki fase matang (mature field).

Menurut Reza, penerapan teknologi yang tepat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pengurasan cadangan minyak dan gas yang masih dapat diproduksikan.

“Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi,” kata Reza.

Keberhasilan Sumur GNK-115 menunjukkan pentingnya pengembangan teknologi dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi migas, khususnya di lapangan yang telah beroperasi dalam waktu lama.

Melalui penerapan metode pengeboran yang lebih efisien, penguatan aspek keselamatan, serta pengembangan sumur secara berkelanjutan, PHR Zona 4 terus berupaya menjaga kinerja produksi minyak dan gas bumi.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
(Darul)