Titik Api di Pegunungan Argopuro Dipantau BKSDA

oleh

Krsumsel.com, Jember – Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember Purwantono mengatakan petugas masih terus memantau titik api di Pegunungan Argopuro dan titik-titik api terlihat di sejumlah bagian Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang.

“Awalnya hanya terlihat sejumlah hotspot berkategori medium yang terkirim dari satelit. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, petugas harus mendekatinya dengan berjalan kaki melalui jalur Taman Kursi menuju sisi timur Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang,”katanya saat dikonfirmasi per telepon di Jember, Minggu (18/10).

Pada Rabu (14/10) sore, pemantauan langsung menemukan empat titik api di lereng Gunung Gundil dan lereng timur Gunung Kerincing. Namun medan Argopuro tidak mudah, sehingga setiap pergerakan tim harus mempertimbangkan kondisi api, akses, cuaca dan tentu saja keselamatan personel.

Baca juga: Gudang Minyak Terbakar, Polres OI Diminta Tangkap Pemilik

“Pada Kamis (15/10) malam, dari sisi timur tim lapangan melaporkan banyak titik api yang dapat diamati langsung. Dari Cikasur, api juga terlihat di bagian tengah dan barat kawasan. Dua lokasi mendapat perhatian lebih, Gunung Semen dan Gunung Pandu, karena posisi titik api relatif dekat dengan Savana Cikasur,”tuturnya.

Menurut dia, situasi itu membuat Posko Pengendalian Kebakaran Hutan mengambil keputusan penting yakni tim di Cikasur harus bergeser menuju Mata Air 2 yang dinilai lebih aman.

“Hal itu bukan meninggalkan pekerjaan, namun keselamatan manusia harus tetap berada diutamakan saat arah dan perkembangan api semakin tidak pasti,”katanya.

Ia menegaskan, upaya pengendalian kebakaran harus berjalan tanpa mengabaikan keselamatan petugas dan persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana mendekati api, tetapi bagaimana memastikan petugas tidak terjebak oleh perubahan situasi yang cepat di gunung.

“Api bisa berubah cepat mengikuti angin, vegetasi, dan medan. Ketika kondisi di sekitar Cikasur mulai berisiko, kami memilih menggeser tim ke lokasi yang lebih aman. Pemadaman penting, tetapi keselamatan personel tetap menjadi batas yang tidak boleh dilampaui,”katanya.(net)