Krsumsel.com, Beijing – Pemerintah Negara China mengecam sejumlah serangan terhadap bandara di Arab Saudi yang menyebabkan belasan orang tewas dan ratusan lainnya terluka.
“China mengutuk serangan-serangan yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka tersebut, serta menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik. Kami menentang serangan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil,”kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning saat konferensi pers di Beijing, Senin (12/10).
Pada Sabtu (10/10), kelompok Houthi diduga menyerang Bandara Internasional Riyadh yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 309 lainnya.
Sehari kemudian, pada Minggu (11/10), terjadi serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menyebabkan seorang warga Pakistan tewas dan 11 orang lainnya terluka.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi di Yaman sebagai pelaku serangan tersebut dan berjanji akan memberikan tanggapan tegas. “Kami mendesak para pihak terkait untuk menahan diri dari tindakan yang dapat semakin meningkatkan ketegangan kawasan,”kata Mao Ning.
Baca juga: Cekcok di Depan Rumah Berujung Penembakan, Polres OKI Kejar Pelaku
China mendorong adanya penyelesaian perbedaan dan sengketa melalui dialog dan negosiasi, serta berupaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan dengan segera.
Sementara itu, Juru Bicara Pasukan Koalisi Mayor Jenderal Turki Al Malki dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa serangan yang terjadi pada Sabtu (10/10) itu menyasar langsung terminal penumpang bandara dan mengakibatkan korban jiwa serta luka-luka.
“Serangan teroris pengecut oleh milisi Houthi di terminal penumpang Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan dan melukai sejumlah penumpang sipil serta staf bandara. Berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, tindakan ini sepenuhnya merupakan kejahatan perang,”tegas Al Malki.
Koalisi tersebut di Yaman juga menyatakan telah mencegat dan menghancurkan satu rudal balistik yang diduga diluncurkan kelompok Houthi ke arah Khamis Mushait, wilayah barat daya Arab Saudi.
Situasi di Yaman semakin memanas pada pertengahan Juli 2026 ketika pasukan pro-pemerintah menyerang Bandara Sanaa tepat saat sebuah pesawat dari Iran yang mengangkut delegasi pemimpin Houthi sedang mendarat.
Kelompok Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan tersebut dan menyatakan perang terhadap kerajaan itu sampai blokade terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi dicabut.(net)
















