Pemkab Bengkulu Utara Hadirkan Sekolah Lansia Wujudkan Warga Tetap Berdaya

oleh

Krsumsel.com, Bengkulu – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menghadirkan dua sekolah Lansia sebagai ruang bagi warga lanjut usia untuk terus belajar, menjaga kesehatan, mengembangkan diri dan tetap berdaya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tambak Rejo atas inisiatif luar biasa ini. Pemerintah daerah akan selalu hadir memberikan dukungan penuh agar para lansia kita tetap sehat, berdaya, serta dapat terus membagikan pengalaman dan ilmunya kepada generasi penerus,”kata Sekda Kabupaten Bengkulu Utara Fitriyansyah di Bengkulu, Rabu (30/9).

Dua sekolah Lansia yang dihadirkan, yakni Sekolah Lansia Bahari di Desa Tambak Rejo Kecamatan Padang Jaya dan Sekolah Lansia Sido Lestari di Desa Sido Urip Kecamatan Arga Makmur. Kedua sekolah itu diluncurkan saat kunjungan kerja Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN RI di Kabupaten Bengkulu Utara pada 29 September 2026.

Fitriyansyah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara akan terus memberikan dukungan terhadap pendidikan bagi Lansia. Berdasarkan data hingga Mei 2026, jumlah penduduk Kabupaten Bengkulu Utara mencapai 313,5 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.669 jiwa atau sekitar 10,74 persen merupakan penduduk lanjut usia.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berharap kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial yang berlangsung di sekolah tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi warga lanjut usia.

Baca juga: Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO di Hotel di Kupang

Deputi Bidang KSPK Kemendukbangga/BKKBN RI Nopian Andusti mengatakan, sekolah Lansia merupakan bagian dari Program Lansia Berdaya yang memberikan ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap aktif, mandiri, sehat dan produktif.

“Sekolah Lansia ini pada dasarnya adalah sekolah yang membahagiakan, memberikan ruang kepada lansia untuk terus belajar dengan prinsip belajar sepanjang hayat. Di masa senjanya, mereka dapat terus mengembangkan diri, bersilaturahim, dan bersenda gurau agar terhindar dari rasa kesepian yang sering kali menjadi pemicu masalah kesehatan,”kata Nopian.

Menurut Nopian, proses belajar di sekolah Lansia tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana bagi Lansia untuk mempertahankan hubungan sosial. Kegiatan bersama memberi kesempatan kepada lansia untuk berinteraksi, bersilaturahim, dan berbagi pengalaman dengan sesama.

Melalui program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan dan perawatan diri, pengembangan keterampilan dan kewirausahaan, serta penguatan interaksi sosial.

Program tersebut mendorong Lansia tetap memiliki aktivitas sesuai minat dan kemampuan, sehingga dapat menjalani masa lanjut usia secara mandiri dan memiliki peran di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.(net)