Perkuat Ekosistem Kelapa Sumsel, OJK Gandeng Perpekindo

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan resmi mendukung Musyawarah Nasional (Munas) II Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO). Mengusung tema “Akselerasi dan Sinergi Pengembangan Komoditas Kelapa Melalui Akses Keuangan”, agenda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat ekosistem kelapa dari hulu hingga hilir.

Sumatera Selatan menyimpan potensi luar biasa dengan luas lahan kelapa mencapai 68 ribu hektare dan total produksi menembus 61 ribu ton—di mana Kabupaten Banyuasin menjadi tulang punggung utamanya.

Guna memaksimalkan potensi raksasa ini, sinergi berfokus pada peningkatan produktivitas, hilirisasi produk, penguatan kelembagaan, pembukaan akses pembiayaan, hingga perluasan pasar. Langkah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara nyata bagi kesejahteraan petani dan akselerasi ekonomi daerah.

Hal ini disampaikan Tito Adji Siswantoro selaku Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, EPK, LMSt OJK Sumsel.

“OJK mendorong pengembangan komoditas kelapa melalui pendekatan ekosistem closed loop yang menghubungkan petani dan kelompok tani, industri pengolahan, eksportir, lembaga jasa keuangan hingga pasar.” ujarnya.

Baca juga: Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Dua Titik Kawasan TN Way Kambas

Dikatakannya, melalui sinergi ini, akses pembiayaan tidak berhenti pada petani, tetapi menjangkau seluruh mata rantai usaha, mulai dari produksi, pengolahan, investasi hingga pemasaran dan ekspor.

“Saat ini, dukungan pembiayaan dalam ekosistem closed loop kelapa di Sumatera Selatan telah mencapai Rp. 185,88 miliar. Kami berharap penguatan akses keuangan ini dapat menjadi daya ungkit bagi hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas kelapa Sumatera Selatan.” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, S.P., M.Si, menyampaikan bahwa pengembangan kelapa perlu diarahkan dari produksi primer menuju hilirisasi dan industrialisasi.

“Potensi kelapa Sumatera Selatan tidak berhenti pada buah kelapa dan kopra. Berbagai bagian kelapa dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, mulai dari minyak kelapa, VCO, santan, tepung kelapa, sabut, arang tempurung hingga produk industri lainnya. Karena itu, pengembangan kelapa harus dibangun dalam satu ekosistem industri dari hulu hingga hilir, sehingga investasi dan hilirisasi yang tumbuh benar-benar memberikan kepastian pasar, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan nilai ekonomi yang diterima petani.” terangnya.

Menuritnya, Ke depan, OJK Sumsel berharap Munas II PERPEKINDO dapat menghasilkan rumusan dan langkah kerja konkret serta menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi antara pemerintah, OJK dan industri jasa keuangan, PERPEKINDO, pelaku usaha, eksportir, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat hilirisasi, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta meningkatkan daya saing komoditas kelapa, sehingga nilai tambah yang tercipta dapat semakin dirasakan oleh petani dan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Sumatera Selatan dan nasional.akselerasi” pungkasnya. (edi)