30 Ton Komoditas Perikanan Asal Maluku Diekspor ke Amerika dan Asia

oleh

Krsumsel.com, Ambon – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding melepas ekspor 30 ton komoditas perikanan asal Maluku senilai Rp4,3 miliar ke Amerika Serikat, Singapura, Jepang dan Vietnam sebagai upaya memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional.

Abdul Kadir Karding di Ambon Maluku, Selasa (22/9) mengatakan, komoditas yang diekspor dalam satu kali pengiriman tersebut terdiri atas 29 ton ikan tuna dan satu ton kepiting bakau.

“Hari ini kita mengekspor ikan sebanyak sekitar 30 ton dengan nilai sekitar Rp4,3 miliar. Ini baru satu kali pengiriman. Hal ini terus kita dorong, saya kira potensinya sangat besar,”kata dia saat melepas ekspor komoditas perikanan Maluku bersama Pemda.

Ia melanjutkan, komoditas yang diekspor tersebut yakni tuna sirip kuning dan kepiting bakau segar yang telah melalui proses pemeriksaan ketat guna memenuhi permintaan di pasar internasional.

Baca juga: Temui Anak, Wanita di Palembang Dipukul Mantan Suami

Menurut dia, Maluku memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat perikanan Indonesia karena karakteristik wilayahnya yang merupakan kepulauan dengan sumber daya kelautan yang melimpah.

Karena itu, Barantin berkomitmen membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha memperkuat daya saing komoditas Maluku, termasuk melalui percepatan proses ekspor di pelabuhan dan bandara.

“Kami dari Karantina Indonesia akan membantu semampu kami untuk memperkuat daya saing komoditas daerah,”ujarnya.

Ia mengatakan, dukungan Barantin tidak hanya dilakukan pada saat komoditas akan diekspor, tetapi juga melalui pendampingan kepada pelaku usaha, nelayan, dan petani agar produk yang dihasilkan memenuhi standar negara tujuan.

Langkah tersebut penting untuk memastikan komoditas yang dikirim sesuai dengan persyaratan pasar sehingga dapat mengurangi risiko penolakan produk di negara tujuan.

“Kami membantu para pengusaha, mulai dari petani, nelayan agar standar yang diharapkan pembeli itu sesuai sehingga tidak kena tolak saat ekspor,”katanya.

Abdul Kadir mengatakan, berdasarkan data pada aplikasi Best Trust, nilai ekspor ikan dari Maluku sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp805 miliar. Sementara itu, pada Januari hingga Agustus 2026, nilainya telah mencapai sekitar Rp850 miliar.(net)