Krsumsel.com, Palembang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang Sumatera Selatan berada di level tertinggi sangat tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di Sumsel.
“Kualitas udara di Kota Palembang pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB pada level sangat tidak sehat,”kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Jumat (4/9).
Dia menyampaikan, berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga pagi hari masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.
Wandayantolis menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Baca juga: Warga Pertanyakan Transparansi dan Dampak CSR PT SPF
Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang diangka tertinggi mencapai 235,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.
“Namun, hingga siang tadi sudah turun ke 68,6 ug/m³,”ungkapnya. Terkait hal tersebut, Wandayantolis mengimbau masyarakat untuk membatasi ke luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan.(net)
















