Stok Beras Premium di Sumsel Menipis, Pemprov Telusuri Penyebab 

oleh

Krsumsel.com, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Polda Sumsel menelusuri penyebab menipisnya stok beras premium di sejumlah jaringan ritel modern di Palembang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra di Palembang mengatakan, penelusuran akan dilakukan hingga ke tingkat pabrik dan penggilingan untuk mengetahui penyebab berkurangnya pasokan beras premium.

“Kita sudah melihat ketersediaan beras, utamanya beras premium. Memang kalau kita lihat, stok berkurang dari rutin biasanya. Sebab mereka ini mengisi untuk lebih 600 gerai,”katanya, Selasa (1/9) sore.

Ia menjelaskan, keterbatasan pasokan tidak hanya terlihat di gudang ritel, tetapi juga diduga berkaitan dengan pasokan yang diterima dari pabrik dan penggilingan.

Baca juga: Pemkot Pangkalpinang Bangun SMPN 11 di Kelurahan Selindung

“Setelah ini TPID juga akan melihat langsung ke pabrik. Kita akan melihat persoalannya seperti apa sehingga ada keterbatasan stok. Ini baru salah satu, mungkin tempat lain menurut informasi juga mengalami keterbatasan,”jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut belum dapat disebut sebagai kelangkaan beras premium karena barang masih tersedia di pasaran, meskipun volumenya mengalami penurunan.

“Sejauh ini barangnya ada, hanya sedikit. Biasanya yang mereka masukkan itu lebih banyak, sekarang berkurang. Barangnya ada, tetapi volumenya berkurang,”ujarnya. Pemprov Sumsel mendorong penambahan pasokan SPHP melalui depo atau gudang ritel maupun distribusi langsung kepada masyarakat.

Pihaknya akan terus melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia juga menyiapkan sejumlah titik di pasar tradisional sebagai depot penyeimbang untuk menyediakan beras SPHP dan beras premium bagi masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan mengatakan kondisi pasokan beras premium juga berkaitan dengan tingginya harga gabah sebagai bahan baku.

Ia menjelaskan harga gabah saat ini berada di kisaran Rp7.700 per kilogram. Setelah memperhitungkan rendemen, biaya produksi, pengemasan, dan biaya lainnya, harga pokok beras premium menjadi lebih tinggi.(net)