Krsumsel.com, Indralaya – Sudah enam bulan kasus kematian remaja korban pencak silat di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, belum terungkap.
Korban bernama Alex Saputra (15 tahun) tewas dengan tubuh penuh lebam usai mengikuti latihan pencak silat.
Helmi, ayah korban mengatakan, hingga kini belum ada titik terang atas perkara kematian anaknya.
“Kami selaku pihak keluarga memohon kepada kepolisian agar kematian anak kami diungkap, besar harapan kami untuk kasus ini dibuka seterang-terangnya,” kata Helmi kepada wartawan, Kamis (27/8).
Diungkapkannya, setelah kematian Alex, perasaan keluarga sangat tak tenang.
Perasaan sedih yang begitu mendalam, apalagi diduga pelaku penganiayaan Alex masih berkeliaran.
“Anak kami mati sia-sia. Tidak pantas Alex mengalami itu,” tutur Helmi dengan berurai air mata.
Diketahui, Alex mengikuti latihan perguruan silat di Desa Rantau Alai, Ogan Ilir, pada Sabtu (21/2/2026).
Baca juga :BBKSDA Riau Waspadai Karhutla di Area Habitat Harimau Sumatra
Setelah pulang latihan, Alex mengeluhkan sakit di beberapa bagian tubuhnya, remaja tersebut sempat masuk sekolah pada Senin (23/2/2026) dan setelah itu absen selama seminggu ke depan.
Pada Sabtu (28/2/2026), Alex dibawa ke rumah sakit di Indralaya karena kondisinya memburuk.
“Kata bidan desa yang memantau kondisi Alex, anak kami luka-luka lebam di leher, lengan dan punggung,” ungkap Helmi.
Betapa terkejutnya Helmi mendapat kabar bahwa Alex meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026).
“Kata bidan, tulang lengan dan punggung anak saya retak di bagian yang memar itu. Dan ada saksi yang menyaksikan kejadian penganiayaan,” ungkap Helmi.
Pihak keluarga telah melaporkan perkara ini ke Polres Ogan Ilir,
“Yang jelas kami menilai kematian Alex tidak wajar,” tutur Helmi.
Sementara polisi mengonfirmasi bahwa perkara dugaan penganiayaan Alex sedang diselidiki, Tim dari Satres PPA-PPO Polres Ogan Ilir telah memanggil saksi-saksi terkait perkara tersebut.
“Saksi-saksi sudah dipanggil dan akan dilakukan gelar perkara,” kata Kasatres PPA-PPO Polres Ogan Ilir, Iptu Tri Nensy dihubungi terpisah.(rul)
















