Korban Banjir di Bengkulu Diberi Nasi Bungkus 

oleh

Bengkulu, KRsumsel.com –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu menyalurkan ribuan nasi bungkus bagi para warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah pasca banjir yang terjadi sejak Senin (6/4).

Penyaluran nasi bungkus tersebut dilakukan oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bengkulu secara bergantian guna meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

“Semoga bantuan nasi bungkus ini membantu. Apalagi rumah mereka yang masih banyak terendam. Warga tentunya kesulitan untuk masak atau menyiapkan makan sendiri. Maka itulah kita hadir di tengah mereka,”kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Medy Pebriansyah di Bengkulu, Kamis (9/4).

Penyaluran bantuan nasi bungkus tersebut dilakukan sesuai dengan instruksi Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny guna memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya makanan, tetap terpenuhi selama banjir belum surut.

Ia menyebut, penyaluran bantuan tersebut difokuskan bagi warga yang rumahnya masih terendam air dan belum dapat beraktivitas normal, termasuk memasak untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan ini merupakan wujud empati dan kepedulian Pemkot Bengkulu terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir. Kita prihatin dan peduli, untuk itu kita akan selalu hadir di tengah musibah ini,”ujar dia.

Baca juga: Polres Lhokseumawe Aceh Sergap Transaksi 1,5 Kg Sabu-sabu

Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu memastikan akan terus berupaya memberikan bantuan dan dukungan bagi warga hingga kondisi kembali normal.

Sebelumnya, Pemkot Bengkulu mencatat akibat hujan deras yang terjadi sejak Minggu malam (5/4) menyebabkan 2.688 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut terdampak banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu Deni menerangkan bahwa berdasarkan data sementara, hampir seluruh wilayah di Kota Bengkulu terdampak banjir dengan jumlah korban yang bervariasi seperti di Kecamatan Singaran Pati seperti Kelurahan Jembatan Kecil sebanyak 68 rumah terendam, Kelurahan Lingkar Timur enam kepala keluarga terdampak, Kelurahan Timur Indah 30 KK, Panorama 54 KK.

Selanjutnya di Kecamatan Muara Bangkahulu yaitu Kelurahan Rawa Makmur 41 KK, Kelurahan Rawa Makmur Permai 185 KK, Kelurahan Pematang Gubernur 173 KK.

Kecamatan Ratu Agung menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar yaitu Kelurahan Tanah Patah sebanyak 238 KK, Kelurahan Tebeng mencapai 745 KK, Kelurahan Sawah Lebar Baru 80 KK.

Selanjutnya di Kecamatan Ratu Samban seperti di Kelurahan Anggut Atas 29 KK, Kelurahan Belakang Pondok 95 KK, Kelurahan Penurunan 84 KK, kelurahan Anggut Bawah tiga KK, dan Kelurahan Kebun Dahri 44 KK.

Di Kecamatan Sungai Serut seperti di Kelurahan Tanjung Agung 281 KK atau 895 jiwa terdampak, Kelurahan Sukamerindu 147 KK, Kelurahan Surabaya 125 KK, Kelurahan Pasar Bengkulu 19 KK atau 75 jiwa, kelurahan Semarang 49 KK, dan Kelurahan Kampung Kelawi lima KK atau 20 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Selebar mencatat Kelurahan Pagar Dewa terdampak 57 KK, untuk di Kecamatan Kampung Melayu yaitu Kelurahan Muara Dua terdapat 50 warga dewasa dan lima balita terdampak, serta di Kecamatan Gading Cempaka yaitu Kelurahan Lingkar Barat tercatat 60 rumah terdampak, serta Kelurahan Jalan Gedang sebanyak 20 KK.(net)