Bandarlampung, Krsumsel.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung menyatakan pada arus balik Lebaran 2026 Pelabuhan Panjang dioperasikan bila terjadi penumpukan kendaraan di berbagai pelabuhan penyeberangan.
“Pelabuhan Panjang ini operasionalnya saat darurat saja, saat pelabuhan lain memang penuh tidak terkendali,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo di Bandarlampung, Rabu (25/3).
Ia mengatakan, saat ini Pelabuhan Panjang sedang melayani penyeberangan kendaraan logistik menggunakan kapal roro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
“Kalau kondisi darurat kapal roro milik PT ALP ini bisa dioptimalkan. Kapasitasnya sekitar 200 unit untuk truk saja, sedangkan untuk kendaraan campuran roda dua atau roda empat kapasitas bisa 300 unit. Bila penuh semua pelabuhan, ini kita gunakan,”katanya.
Baca juga; Nelayan yang Hilang di Pantai Suwuk Kebumen Ditemukan Tewas
Dia menjelaskan, untuk saat ini Pelabuhan Panjang belum digunakan, sebab masih mengoptimalkan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), Pelabuhan Wika Beton dan Pelabuhan Sumber Makmur Abadi (SMA).
“Kita maksimalkan dahulu pelabuhan-pelabuhan yang sudah beroperasi seperti di arus mudik. Namun bila di arus balik ini tidak mencukupi baru dioperasionalkan Pelabuhan Panjang,”ucap dia.
Menurut dia, untuk menjaga layanan penyeberangan di pelabuhan saat arus balik tetap lancar, dilakukan pula pola tiba bongkar muat.
“Untuk menjaga pergerakan kendaraan, diterapkan konsep tiba bongkar muat. Saat kapal datang diisi penuh, lalu sampai ke tujuan langsung mengangkut lagi ke pelabuhan asal,”tambahnya.
Ia mengatakan, dengan pola tersebut maka akan menghemat waktu tempuh perjalanan laut sekitar dua jam perjalanan.
“Dengan ini juga akan meningkatkan produktivitas pelayanan penyeberangan. Selama semua masih lancar kita optimalkan pelabuhan yang beroperasi dahulu,”ujar dia.(net)














