Medan, KRsumsel.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar waspada potensi terjadinya hujan di kawasan pegunungan Sumatera Utara yang dapat menyebabkan banjir dan longsor pada Senin (16/3).
“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang kawasan pegunungan dan lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor,”kata Prakirawan BMKG Wilayah 1 Christin Mori di Medan, Senin (16/3) .
Ia mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Senin berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah.
Pada pagi hari berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan di Serdang Bedagai, Nias, Nias Utara, Batubara, Deli Serdang, Gunungsitoli dan Medan.
Baca juga: Bea Cukai Batam Amankan 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal di Pulau Panjang
Kemudian pada siang hingga sore hari juga berawan dan berpotensi hujan ringan di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan,Padang Lawas, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.
Sementara, pada malam hari juga masih berpotensi berawan dan hujan ringan hingga sedang di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan,Toba dan sekitarnya.
Sementara, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Indah Riandiny Puteri mengatakan sebagian perairan Sumatera Utara masih berpotensi dilanda gelombang tinggi hingga 19 Maret mendatang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30knot.
Tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan Kepulauan Batu, serta Samudra Hindia barat Kepulauan. Nias
Nelayan yang menggunakan perahu diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1, 25 meter. Demikian juga dengan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 15 knot tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.(net)


















