Tiga Gudang Perum Bulog Segera Dibangun di Kepulauan Natuna

oleh

Natuna, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan lahan untuk pembangunan tiga gudang Perum Bulog sebagai upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di daerah perbatasan tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali dikonfirmasi dari Natuna mengatakan, tiga lokasi pembangunan gudang Bulog berada di pulau yang terpisah dan berjarak cukup jauh dari ibu kota kabupaten maupun gudang Bulog yang telah tersedia saat ini.

Ia menjelaskan, dua dari tiga lokasi tersebut berada pulau terluar Indonesia, sedangkan satu lokasi lainnya merupakan pulau penyangga.

“Lokasinya berada di Pulau Serasan, Pulau Laut, dan Pulau Midai,”kata Wan Syazali, Minggu (8/2).

Penyiapan lahan tersebut lanjut dia, merupakan instruksi Bupati Natuna Cen Sui Lan sebagai langkah menyambut program pembangunan infrastruktur pascapanen Perum Bulog di setiap daerah.

Ia menyampaikan, beberapa hari lalu Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto telah menandatangani kesepakatan bersama terkait hibah tanah dari Pemkab Natuna kepada Perum Bulog dengan luas total 30.000 meter persegi.

Menurut dia, kesepakatan tersebut menjadi salah satu kepastian bahwa gudang Bulog akan dibangun di ketiga lokasi yang telah disiapkan.

“Alhamdulillah, seluruh arahan Bupati kami tindak lanjuti, mulai dari penyiapan lahan hingga hal-hal pendukung lainnya,”ucapnya.

Ia menambahkan, hibah lahan yang disiapkan di masing-masing lokasi seluas 10.000 meter persegi, kecuali di Pulau Midai yang hanya sekitar 7.000 meter persegi.

Baca juga: Iklan HPN RSUD Kayuagung

Adapun kapasitas gudang direncanakan masing-masing sebesar 1.000 ton, kecuali gudang di Pulau Laut yang disesuaikan dengan jumlah penduduk setempat, dengan kapasitas sekitar 500 ton.

Ia menjelaskan, luas lahan di Pulau Midai yang mencapai lebih atas 7.000 meter persegi dinilai masih mencukupi untuk pembangunan gudang berkapasitas 1.000 ton.

“Untuk menyikapi hal ini, kami kembali berkirim surat guna memastikan perubahan luas lahan yang sebelumnya disampaikan 30.000 meter persegi untuk tiga kecamatan, kini menjadi sekitar 27.000 meter persegi,”kata dia.

Menurut dia, ketiga lokasi tersebut layak dibangun gudang Bulog karena dapat memperpendek rantai pasok kebutuhan pangan masyarakat.

Selama ini, panjangnya jalur distribusi menyebabkan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut lebih tinggi dibandingkan ibu kota kabupaten, terutama saat terjadi cuaca ekstrem.

“Insya Allah, bupati telah bertemu dengan Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog dan memaparkan kondisi Natuna yang sangat membutuhkan hilirisasi pangan yang tepat sasaran, khususnya melalui pembangunan infrastruktur gudang Bulog,”ujar dia.

Ia menambahkan, faktor lain yang membuat ketiga lokasi tersebut, terutama Pulau Serasan layak dibangun gudang Bulog adalah potensi pertanian yang cukup menjanjikan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna mencatat, pada 2025 produksi padi di Pulau Serasan mencapai sekitar 130 ton.

“Dengan adanya gudang Bulog, potensi pertanian diharapkan dapat meningkat. Selain itu, gudang juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, serta stabilitas harga komoditas pangan,”kata dia.(net)