KRSumsel.com, Palembang – Pada rapat zoom Meeting OJK bersama media yang berlangsung pada hari Kamis 11 Desember bersama dengan beberapa narasumber yang dipimpin Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa sektor jasa keuangan Indonesia tetap tangguh dan stabil di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
OJK memastikan risiko sektor keuangan terkendali meskipun ada kekhawatiran kondisi ekonomi global yang masih rapuh.
Kinerja Sektor Perbankan dan Pasar Modal
Dikatakannya, masalah Kredit Perbankan: OJK mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Oktober 2025 melambat menjadi 7,36% year-on-year (yoy). Kredit investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan. Sementara Pasar Modal: IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tercatat menguat signifikan sebesar 20,18% sejak awal tahun 2025.
Lebih lanjut dikatakannya, Kebijakan Khusus dan Perlindungan Konsumen OJK mengumumkan kebijakan perlakuan khusus atau relaksasi bagi debitur yang terdampak bencana banjir di Sumatera. Kebijakan ini mengacu pada POJK Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus. Terdapat sekitar 103.613 debitur yang teridentifikasi terdampak langsung bencana tersebut.
Menurutnya, OJK juga memperkirakan potensi klaim asuransi akibat bencana banjir Sumatera mencapai hampir Rp1 triliun dan meminta perusahaan asuransi untuk segera memproses klaim. (edi)


















