Medan, KRsumsel.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebut, 307 korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumut.
“Data sementara BPBD Sumut hari ini. Untuk jumlah korban meninggal 307 orang, dan hilang 167 orang,”ucap Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumut Porman Mahulae di Medan, Kamis (4/12).
Jumlah korban yang tewas itu lanjut dia, berasal dari 11 kabupaten/kota di Sumut, yakni Tapanuli Tengah 86 orang, Tapanuli Selatan 81 orang, dan Sibolga 52 orang.
Baca juga: Usai Dilantik, Dirut PT Petrogas OI Segera Pelajari Potensi Pengelolaan Gas Bumi di Sumur Tua
Kemudian, Tapanuli Utara 34 orang, Deli Serdang 17 orang, Medan 12 orang, Langkat 11 orang, Humbang Hasudutan sembilan orang, Pakpak Bharat dua orang, Nias satu orang, dan Padangsidempuan satu orang.
Selain itu, jumlah korban dinyatakan masih hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor sebanyak 167 orang berasal dari lima kabupaten/kota di Sumatera Utara.
“Ada Tapanuli Tengah 112 orang, Tapanuli Selatan 33 orang, Tapanuli Utara 14 orang, Sibolga tujuh orang, dan Humbang Hasudutan satu orang,”kata Porman.
Sedangkan korban yang mengalami luka-luka akibat banjir bandang dan tanah longsor ini sebanyak 646 orang dari lima kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Tercatat, Tapanuli Tengah 521 orang, Tapanuli Selatan 70 orang, Sibolga 45 orang, Humbang Hasudutan tujuh orang, dan Tapanuli Utara tiga orang.
BPBD Provinsi Sumut menyatakan, bencana banjir ini melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.(net)
















