Universitas Jambi Ajak Mahasiswa Lawan Perundungan dan Kekerasan Seksual

oleh

Jambi, KRsumsel.com – Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Jambi (Unja) menyelenggarakan workshop bertema Penguatan Self-Esteem pada mahasiswa melalui layanan bimbingan dan konseling untuk pencegahan perundungan dan kekerasan seksual di kampus setempat.

“Workshop itu dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Unja, Prof Dr Revis Asra, Kepala UPA BK, Muhammad Ferdiansyah, Ketua Pelaksana Rully Andi Yaksa, M.Pd, serta mahasiswa Unja dengan menghadirkan narasumber ahli dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Ahmad Rifqy Ash-Shiddiqy,”kata Humas Unja Tri Imam Munandar di Jambi, Senin (25/5).

Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Unja Prof Dr Revis Asra menyampaikan apresiasi kepada narasumber tim UPA BK dan seluruh panitia yang sukses menyelenggarakan workshop tersebut.

Baca juga: PT PLN Sebut Listrik di Provinsi Riau Pulih 100 Persen

Ia berharap, ilmu yang diperoleh mahasiswa melalui workshop ini tidak hanya bermanfaat selama masa perkuliahan, tetapi juga menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia kerja nanti.

“Ada tiga kata kunci dalam kegiatan ini, yaitu self-esteem (harga diri), perundungan dan kekerasan seksual. Oleh karena itu, kepada mahasiswa yang hadir, dengarkan, pahami dan amalkan ilmu yang disampaikan oleh narasumber,”ujar Prof Revis.

Tri Imam mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap maraknya perundungan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun kampus dan berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan menguatkan self-esteem seluruh mahasiswa Unja.

“Semoga kegiatan ini dapat berlangsung secara baik dan terlaksana sesuai dengan komitmen UPA BK, yaitu menjalankan tugas sebagai salah satu unit yang mendukung proses pembelajaran di Unja agar mahasiswa dapat berkembang menjadi manusia yang seutuhnya,”katanya.

Melalui workshop ini, UPA BK Unja berharap dapat memperkuat self-esteem mahasiswa sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan serta kekerasan seksual.(net)