BANYUASIN,KRSumsel.com – Salah satu Wartawan yang bertugas di Banyuasin yang juga mantan pimpinan redaksi Harian Banyuasin, Muhammad Arfan mengaku bangga dengan semangat yang kini dimiliki Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuasin.
Diisi 80 persen anak-anak muda yang memiliki jiwa jurnalistik wahid, ada secercah harapan untuk organisasi wartawan tertua Indonesia ini di Bumi Sedulang Setudung.
“Saya lihat mereka punya semangat memperbaiki organisasi wartawan di Banyuasin ini,” ucap Arfan yang karib disapa Ipan Gulopuan ini.
Dia mengingat mati surinya organisasi PWI ini selama beberapa tahun terakhir. Bahkan kepengurusan terdahulu hanya diisi segelintir orang saja.
Baca juga: 15.300 Warga Agam Mengungsi Akibat Bencana Hidrometeorologi
“Lihat saja dulu, hanya 3-4 orang saja hilir mudik ke Polres dan Lapas, organisasi PWI ini bukan hanya milik satu dua orang saja, tapi organisasi yang dimiliki seluruh wartawan di Banyuasin,” tambah dia.
Perihal ada pengurus yang dianggap sejumlah gang yang kalah dari hasil konferkab beberapa waktu lalu bahkan dianggap hal yang tidak penting untuk ditanggapi.
“Gak penting ini, kalau memang menjunjung tinggi AD ART organisasi harusnya kepengurusan yang lama merangkul semuanya dan rutin melakukan orientasi,” beber dia.
Dia pun mengaku bangga dengan giatnya kepengurusan yang baru saat ini karena mau dan sukarela memperbaiki citra PWI Banyuasin.
“Kita dukung sama-sama, toh ini untuk kebaikan PWI Banyuasin sendiri. Harusnya bersyukur ada insan pers, anak-anak muda yang bersedia bergabung dan mereka hadir tidak dipaksa, semata-mata untuk PWI Banyuasin,” tukas dia.
Terpisah, tokoh Pemuda Banyuasin Darsan SP menambahkan jika seharusnya PWI Banyuasin bisa bangkit dari keterpurukannya.
“Gandeng bersama, jangan mau dipecahkan,” singkat dia. (Yan)














