Simpang Empat, KRsumsel.com – Tim Gabungan Pos SAR Pasaman Sumatera Barat menghentikan pencarian terhadap warga yang hanyut di Sungai Batang Pasaman Kecamatan Talamau sejak Kamis (21/8) sore.
“Sejak Kamis (21/8) sekitar pukul 18.00 WIB pencarian terhadap korban Erman (35) kita hentikan berdasarkan kesepakatan tim dan keluarga karena pencarian sudah dilakukan selama tujuh hari,”kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Pos SAR Pasaman Novi Yurandi di Simpang Empat, Jumat (22/8).
Dia mengatakan, penghentian pencarian korban merupakan hasil kesepakatan unsur-unsur SAR yang terlibat, pihak wali nagari (desa) dan keluarga korban.
“Dengan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban maka operasi SAR ditutup, selanjutnya dilakukan pemantauan, operasi SAR akan dibuka kembali jika menemukan tanda-tanda korban,”katanya.
Baca juga: Turnamen Bulu Tangkis di Muba Ditutup dengan Pembagian Hadiah
Dia menjelaskan, selama tujuh hari tim gabungan telah berupaya mencari keberadaan korban sejauh 27,6 kilometer dari lokasi hilangnya korban di Kecamatan Talamau. Korban itu hilang pada Kamis (14/8) sekitar pukul 18.00 WIB ketika bersama tiga teman menyeberang Sungai Batang Pasaman.
Sebanyak empat warga itu yakni Asba (31), Reza (25), Eman (35) dan Aldi (25). Dua di antara mereka selamat yakni Asba dan Reza, sedangkan satu orang atas nama Aldi ditemukan meninggal dunia pada Minggu (17/8) dan satu lainnya atas nama Erman belum ditemukan hingga saat ini.
Dalam peristiwa itu, secara tiba-tiba air bah datang dan menyeret korban. Setelah warga melakukan pencarian dan tidak menemukan korban, kemudian warga meminta bantuan Kantor SAR Padang untuk operasi pencarian.
“Mudah-mudahan ke depannya ada petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban,”katanya. Dia juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat ini karena cuaca yang tidak menentu.(net)














