Bakamla RI Kerahkan Dua Kapal Cari Korban Tenggelam di Babel

oleh

Pangkalpinang, KRsumsel.com – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia mengerahkan dua armada kapal untuk memperluas pencarian delapan korban KM Osela yang tenggelam di Perairan Laut Pulau Gelasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita mengerahkan KN Belut Laut 406 dan Catamaran 501 untuk mendukung pencarian delapan awak kapal KM Osela yang masih hilang,”kata Kepala Stasiun Bakamla Kepulauan Babel Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto di Pangkalpinang, Selasa (19/8).

Ia mengatakan, sebagai lembaga negara non-kementerian dengan tugas pokok menyelenggarakan patroli keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia serta wilayah yurisdiksi, Bakamla Kepulauan Babel turut aktif mendukung operasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan awak kapal KM Osela yang masih hilang pasca-kapal tenggelam di perairan Pulau Gelasa pada Jumat (15/8).

“Saat ini KN Belut Laut 406 sudah berada di sektor pencarian korban dan segera menyusul Catamaran 501 Stasiun Bakamla menuju area pencarian yang diperkirakan 2 jam tiba di lokasi,”katanya.

Baca juga: PT KAI Siapkan Kereta Api Khusus untuk Petani dan Pedagang

Ia menyatakan, KM Osela dilaporkan karam pada Jumat (15/8) pagi akibat cuaca buruk dan hantaman ombak saat berlayar dari Tanjung Pandan menuju perairan utara Pulau Gelasa.

“Dari sembilan ABK, hanya satu orang kapten kapal bernama Ham yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah mengapung di dekat bagan. Sementara delapan lainnya masih dalam pencarian tim gabungan SAR,”katanya.

Ia menambahkan, KN Belut Laut 406 yang dikerahkan mencari korban ini merupakan kapal patroli kelas Bintang Laut berukuran 48 meter yang sedang melaksanakan patroli bersama Yudhistira-11/25.

“Kapal ini dilengkapi dengan kemampuan navigasi dan komunikasi mutakhir untuk mendukung operasi di perairan terbuka,”katanya.

Sementara itu, KN Catamaran 501 adalah aset patroli cepat milik Stasiun Bakamla Bangka Belitung yang sebelumnya digunakan untuk edukasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Babel tentang tugas pengawasan laut.

“Kedua kapal tersebut bergabung dengan KN SAR Karna milik Kantor SAR Pangkalpinang yang telah lebih dulu melakukan pencarian sejak laporan kecelakaan diterima,”katanya.(net)