Misteri Sejarah Desa Candiwulan Kebumen

oleh

Konon pada waktu perjalanan ke bali, tidak ada yang berani menyalip truk ini, karena kalau berani menyalip akan celaka. Entah bagaimana kebenarannya, banyak misteri dari pohon ini.

Baca Juga : Tempat-Tempat Ziarah di Makkah dan Madinah

Selain tokoh Sabuk Mimang, tersebut pula tokoh lain pada masa lampau yang bernama Singasandra (ada pula yang menyebut ‘Suracandra’ ).

Menurut simbahku, Singasandra adalah tokoh sakti yang pernah berada di desa ini.

Dikisahkan bahwa Singasandra pernah bekerja sebagai ajudan yang bertugas mengurusi kuda kendaraan milik seorang pejabat lurah pada masa itu. Pada suatu ketika, ki lurah hendak bepergian jauh ke suatu daerah.

Seperti biasanya Singasandra mempersiapkan kuda kendaraan yang akan dipakai ki lurah.

Setelah siap semuanya, berangkatlah ki lurah sembari mengajak Singasandra untuk ikut bersamanya.

Namun Singasandra mempersilahkan Sang Lurah untuk berjalan terlebih dahulu sedangkan beliau akan menyusul kemudian.

Setelah menempuh perjalanan lama, akhirnya sampailah ki lurah di tempat tujuannya.

Namun ki lurah terkejut karena begitu dia sampai, ternyata Singasandra sudah lebih dulu berada di tempat itu dan seakan-seakan sudah lama menunggu sampainya ki lurah.

Padahal jika melihat jarak tempuh dan lamanya perjalanan, ki lurah yang mengendarai kuda harusnya sampai lebih dulu daripada Singasandra yang menyusul dan berjalan kaki. Inilah salah satu keistimewaan yang dimiliki tokoh ini.

Menjelang akhir hidupnya, Singasandra berpesan kepada orang disekitarnya agar ketika jasadnya diletakkan di dalam makam, beliau meminta agar makam tersebut diberi lubang kecil untuk dimasukan benang yang diikat pada salah satu jari tangan beliau.

Beliau berpesan bahwa jika ketika benang tersebut ketika ditarik masih terasa berat, maka jasad beliau masih berada di makam tersebut, akan tetapi jika benang tersebut ditarik terasa ringan dan terlepas, maka jasad beliau telah berpindah entah kemana.

Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya beliau masih hidup dan pergi menghilang entah kemana.

Begitulah sampai beberapa waktu akhirnya jasad beliau diyakini telah berpindah tempat, karena ketika benang itu ditarik terasa ringan dan terlepas.

Makam atau petilasan Singasandra ini sekarang berada di lokasi sekitar gardu/ gedung serba guna RT. 2, atau tepatnya berada di sebuah lahan pekarangan yang berada di dekat rimbunan batang pohon bambu.

Letaknya yang berada di dekat jalan pekarangan ini juga biasa dilalui warga berjalan kaki untuk jalan pintas antar rumah.

Bangunan makamnya dibiarkan ditempat terbuka dengan tumpukan seperti batu bata yang telah hijau berlumut.

Tetapi anehnya dari dulu hingga sekarang tidak ada yang berubah dengan bangunan makam ini, bahkan susunan batu yang tertata pun seakan tidak ada yang bergeser atau rusak dimakan usia.

Dulu ketika saya masih kecil, yang saya dengar dari tempat ini adalah tempat kuburan kuda (pendeman jaran).

Tetapi begitu mendengar kisah dari simbahku ini, yang juga diamini oleh warga lain yang mengetahui kisah ini, saya jadi tahu bahwa bangunan tersebut sebenarnya adalah makam atau petilasan seorang tokoh sakti pada masa lampau.

Mungkin cerita mengenai kedua tokoh di atas masih bisa di dengar dari mulut para warga sepuh di desa ini.

Tetapi ada beberapa petilasan di desa ini yang telah menjadi misteri tanpa diketahui asal usul misteri keberadaannya.

Diantaranya adalah sebuah petilasan yang berada di belakang gedung lumbung padi di tikungan jalan desa dan berada di sebelah utara rumah bapak Kyai Rofi’un.

Sepintas tidak ada yang aneh dari gundukan kecil tanah yang dulunya ditumbuhi pohon bambu ini.

Tetapi menurut simbahku, di tempat ini dulu sering dijumpai penampakan hal-hal gaib yang sering kali tidak masuk akal.

Seperti misalnya ketika ibu saya masih kecil, konon pada malam hari sering muncul penampakan seperti hewan hitam dan tinggi besar di tempat ini.

Pada masa itu juga banyak warga yang menduga bahwa ada sesuatu yang tersimpan di tempat ini.

Namun seiring berjalannya waktu dan zaman yang semakin modern, tempat itu kini semakin tenggelam dan terlupakan, seiring dengan mengikisnya kisah keangkeran di tempat ini.

Selain itu ada pula yang disebut sawah sabuk. Sawah sabuk atau juga biasa disebut sawah lurah, adalah sebutan areal sawah yang biasa digarap dan diperuntukan untuk lurah atau kepala desa.

Konon di areal sawah ini juga sering muncul penampakan-penampakan gaib, seperti adanya ular penunggu tempat itu dan lain-lainya.

Dan terakhir adalah adanya situs seperti makam kuno yang berada dibelakang rumah seorang warga, yaitu pak Budiman.

Saya mengetahui kabar keberadaan tempat ini belumlah lama, karena kabar ini pun saya dapat bukan dari simbahku ini, tetapi saya dapat dari simbah yang lain, yaitu paman dari bapakku.

Tempat yang ditandai adanya batu seperti batu nisan ini tidak diketahui milik siapa, ada misteri masa lalu yang tersimpan di tempat ini.

Itulah di antara beberapa misteri masa lalu yang ada di desaku. Besar kemungkinan masih ada peninggalan-peninggalan atau sisa-sisa masa lalu yang lain dari desa ini.