Kisah Tiga Lelaki Terjebak Dalam Gua

oleh
oleh
Cave. Exit from the cave.Illustration in cartoon style for games.
banner DPRD OKI

Alkisah, ada tiga orang laki-laki yang sedang mengadakan perjalanan ke sebuah negeri. Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya.

Dengan serta merta mereka pun mencari tempat untuk berteduh. Kebetulan tidak jauh dari tempat mereka berdiri, tampak sebuah goa. Dengan tergesa-gesa, ketiganya akhirnya memutuskan masuk ke dalam goa untuk menyelamatkan diri dari terpaan air hujan.

Terjebak Dalam Gua
ilustrasi gua

Untuk sementara waktu, mereka merasa lega dan bersyukur bisa berteduh dari derasnya hujan. Namun di luar dugaan, tiba-tiba sebongkah batu besar jatuh menutupi pintu goa hingga tak ada sedikit pun celah untuk cahaya bisa masuk.

Hujan yang deras itu rupanya telah menyebabkan longsornya bebatuan dari atas bukit. Keceriaan yang terbayang kini sirnalah sudah. Di depan mata mereka seonggok batu besar telah menghalangi pintu goa sehingga mereka pun tidak bisa keluar.

Baca Juga : Asal – Usul Nama Kota Kebumen

Mereka menjadi panik dan berpikir keras bagaimana caranya agar dapat keluar dari goa itu. Namun, semakin mereka berpikir keras semakin berujung pada kebuntuan. Lama mereka bergulat dengan pikirannya masing-masing.

Di tengah-tengah keputus-asaan yang mulai merambati hati, ketiganya kemudian berdoa. Sebab tidak ada cara lain lagi yang dapat membuka batu sebesar itu kecuali hanya pertolongan Allah.

Lelaki pertama berdoa, “Ya Allah ya Tuhanku, hanya Kepadamu Lah aku berharap dan memohon pertolongan. Bila boleh aku bercerita, dahulu aku pernah mempunyai seorang pembantu yang menggembalakan ternak-ternak ku.

Oleh karena suatu hal ia keluar dari tempatku dan menitipkan satu ekor kambing kepadaku.

Seiring dengan berjalannya sang waktu kambing itu kemudian beranak pinak hingga menjadi demikian banyak. Pada waktu pembantu itu kembali maka aku katakan kepadanya:

“Wahai kisanak, ini semua adalah kambingmu. Sedikit pun aku tidak pernah menguranginya. Silahkan kau ambil, karena itu adalah hakmu”.

Dengan terbengong-bengong kemudian ia berkata, “Tuan, bukankah kambingku hanya satu?. Lalu kenapa bisa menjadi banyak begini?”

Lalu aku jawab, “Kambingmu itu adalah kambing betina, kebetulan pada saat engkau titipkan padaku ia dalam keadaan bunting. Lalu beranaklah kambing itu hingga menjadi sebanyak ini. Maka dari itu, ambillah kambing-kambing itu”.

“Ya Robbi, jika menurut-Mu perbuatanku itu adalah pantas dan baik di mata-Mu maka aku berwasilah kepadanya, bukakanlah batu yang menutupi goa ini!”. Atas perkenan Allah, batu itu pun bergeser sedikit.

Giliran lelaki kedua kemudian berdoa, “Ya, Allah. Ya, Tuhanku. Dahulu aku pernah menolong pamanku dengan menghutanginya sekian dinar.