Universitas Andalas Sulap Ragam Hias Naskah Kuno jadi Motif Batik 

oleh
oleh
Padang

Krsumsel.com – Dosen dan Tim Filolog Universitas Andalas (Unand) Pramono menyulap iluminasi atau ragam hias pada naskah kuno menjadi motif batik unik bernilai seni tinggi yang diharapkan bisa mendukung pengembangan batik khas Minangkabau.

“Memanfaatkan iluminasi naskah kuno ini sebagai motif batik untuk dikomersialkan berkat program dana pendamping (matching fund) tahun 2022 dengan tema ‘Produksi dan Komersialisasi Batik Minangkabau Berbasis Naskah Kuno,”kata Pramono di Padang, Jumat (14/10). 

Ia mengatakan, dana pendamping adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara insan perguruan tinggi dengan pihak industri.

Guna melancarkan rencana komersialisasi, katanya, dilakukan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mengembangkan batik Minangkabau dengan motif iluminasi naskah kuno tersebut.

“Mitra DUDI pada kegiatan pengembangan dana pendamping ini adalah UKM Dewi Busana di Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Kita langsung memproduksi batik sekaligus membuat perencanaan strategi penjualan yang dikemas secara unik dan menarik,”ujarnya.

Agar program menjadi lebih terarah lanjutnya, dihadirkan pemateri yang kompeten dari kalangan akademisi, pembatik, dan pelaku usaha fesyen..”Kegiatan lokakarya produksi batik dilakukan di bengkel pembuatan batik Dewi Busana milik Dewi Hapsari Kurniasih pada 12-14 Oktober 2022,”katanya.

Pramono menceritakan, konsep kegiatan yang dilakukan tersebut tidak terlepas dari kerja ilmiahnya dalam melakukan inventarisasi, katalogisasi, dan digitalisasi naskah Minangkabau yang tersebar di berbagai tempat di Sumatera Barat selama dua dasawarsa. Sekitar seribu naskah kuno Minangkabau dengan keragaman kandungan ditemukan dan diselamatkan isinya.

“Kegiatan ini membuktikan riset terhadap warisan budaya, termasuk naskah kuno, bukan seperti menggali kuburan, lalu menemukan tulang belulang dan merangkainya, memajang di museum, kemudian selesai. Hilirisasi riset naskah kuno Minangkabau membuktikan bahwa warisan budaya dapat digali untuk menghasilkan sesuatu yang profitabel,”ujar Pramono.

Menurutnya, salah satu isi dari naskah kuno tersebut adalah iluminasi (ragam hias). Melalui rekayasa ragam hias, Pramono bersama tim mencoba mengaplikasikannya terhadap motif kain seperti batik, mukena, jilbab, dan kaos.

Lokakarya yang digelar dengan praktik itu diikuti 12 orang yang berasal dari mahasiswa dan perajin batik di Pesisir Selatan. Pemateri lokakarya adalah Pramono dosen Unand, Sunardi pembatik, dan Dewi Hapsari pendiri Rumah Batik Dewi Busana.

Salah seorang peserta, Husin (24) mengungkapkan kegembiraanya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai mahasiswa sastra yang mempelajari naskah kuno, pemanfaatan iluminasi menjadi motif kain merupakan pengalaman baru dan penting baginya.(net)