Kisah Ashabul Kahfi dan Bukti Nyata Keberadaan Mereka

oleh
Kisah Ashabul Kahfi
kuburan ashabul kahfi

“Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, Aku pasti melakukan itu besok pagi,” (QS. Al-Kahf: 23)

“kecuali (dengan mengatakan), Insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.” (QS. Al-Kahf: 24)

“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.” (QS. Al-Kahf: 25)

“Katakanlah, Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia, dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan.” (QS. Al-Kahf: 26)

Siapa Para Pemuda “Ashabul Kahfi” Ini? 
Sebagaimana tersirat dalam ayat Al Qur’an di atas, para tokoh dalam kisah Ashbabul Kahfi ini adalah para pemuda shaleh yang berusaha melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus yang memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh orang-orang yang menolak untuk menyembah berhala, karena ia ingin mengembalikan ajaran agama Romawi kuno.
Demi menyelamatkan agama dan iman mereka, para pemuda tersebut kemudian bersembunyi di dalam sebuah goa.

Baca juga : Kisah Nabi Ismail Kecil Hingga Pembangunan Kakbah

Menurut beberapa sejarawan Islam, nama-nama para pemuda tersebut yaitu Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika, serta seekor anjing bernama Qithmir yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang kelak masuk surga.
Dalam Surah Al Kahfi Ayat 18 di atas juga disebutkan bahwa saat bersembunyi di dalam goa, para pemuda tersebut ditidurkan oleh Allah SWT hingga ratusan tahun berlalu, yakni selama kurang lebih 309 tahun lamanya.
Bukti Nyata Peninggalan Ashabul Kahfi
Setelah berabad-abad lamanya, kisah yang telah diuraikan dalam Al Qur’an mengenai para pemuda “Ashabul Kahfi” ini belakangan terungkap persis melalui rangkaian temuan dan sejumlah penelitian. Pada tahun 1963, seorang arkeolog Yordania, Rafiq Wafa Ad-Dujaniy menemukan bahwa gua tempat persembunyian para pemuda tersebut terletak di daerah Ar-Raheib, sebelah selatan Amman, Yordania.

Kisah Ashabul Kahfi dan Bukti Nyata Keberadaan Mereka via republika.co.id

Memang terkait lokasi goa Ashabul Kahfi ini masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa gua tersebut terletak di Asia, ada pula yang berpendapat goa itu berada di Skotlandia. Namun berdasarkan bukti-bukti historis, arkeologis, dan astronomis, besar kemungkinan bahwa gua tersebut memang terletak di sekitar delapan kilometer sebelah selatan Kota Amman, Yordania. Hal ini berdasarkan bukti-bukti sebagai berikut:
1. Bukti Historis
Beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa gua yang terdapat dalam Surah Al Kahfi itu berada di Gunung Raqim di Yordania. Di antara para sahabat Nabi itu adalah Ubadah ibn As-Shamit, Mu’awiyah ibn Abu Sufyan, dan Ibnu Abbas. Mereka mengaku pernah berkunjung ke sana dan melihat sisa tulang-belulang para penghuni gua tersebut.
2. Bukti Arkeologis
Ditemukan adanya sebuah bangunan bersejarah di atas gua tersebut dan ternyata bangunan itu dahulu merupakan gereja dan beralih fungsi menjadi masjid pada masa kekuasaan Islam. Ditemukan pula tujuh pilar batu yang sudah tidak sama lagi tingginya dan dalam posisi membentuk lingkaran. Rupanya, itulah bangunan yang disebut dalam Surah Al Kahfi ayat 21:
“Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: ‘Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.’ Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya’.”
Selain bangunan masjid, ditemukan pula sejumlah kuburan di dalam goa tersebut, persis sebagaimana telah dijelaskan dalam Al Qur’an. Kuburan-kuburan di atas batu tersebut empat di antaranya berada di lorong sebelah kanan pintu masuk gua dan empat lainnya ada di lorong sebelah kiri gua. Sedangkan tepat di persimpangan antara dua lorong tadi ditemukan kerangka anjing, beberapa keping uang, gelang, cincin, dan bejana berharga.

Kisah Ashabul Kahfi dan Bukti Nyata Keberadaan Merekavia okezone.com

Seorang pakar geologi, Nazim Al Kailani, dalam penelitiannya mengatakan bahwa tanah gua dan lokasi dimana Gunung Raqim berada sangat berperan penting dalam menjaga keutuhan kondisi tubuh para penghuni gua. Sebab, tanah di lokasi tersebut diketahui mengandung karbohidrat, kalsium, dan magnesium serta tumbuhan dan hewan yang jenuh.
Penelitian juga menemukan kesesuaian lubang gua sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an. Diketahui bahwa celah gua di sebelah selatan mengarah ke barat daya, sehingga ketika seseorang berdiri di dalam gua di waktu petang, maka posisi sinar matahari bergerak ke arah kanan dan menyorot orang yang berdiri serta memberi ruang untuk melihat ke arah pemandangan luar gua.
Sinar matahari tidak memasuki gua pada tengah hari, sedangkan ketika matahari terbenam, sinar matahari sedikit dan sesaat memasuki gua.
Hal ini sama persis dengan apa yang dijelaskan dalam Al Qur’an Surah Al Kahfi Ayat 17:
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”
Bukan hanya itu saja. Di dalam dinding gua juga pernah ditemukan adanya tulisan dalam berbagai bahasa kuno yang mengisyaratkan akan keesaan Allah SWT. Demikianlah pembahasan mengenai kisah para pemuda mukmin penghuni goa “Ashabul Kahfi” dan bukti nyata keberadaan mereka. Wallaahu A’lam.
Sampai di sini ya kita ceritakan Kisah Ashabul Kahfi sesuai dengan info link di bawah ini, semoga bermanfaat.