Pelaku Rizky mengatakan, bahwa semua yang di perankan itu berdasarkan kronologi sebenarnya di TKP dan ia mengakui kalau sudah menusuk korban. “Saat itu saya melintas di TKP sendirian untuk membeli minuman, lalu ada teman korban menawarkan saya minum, tetapi saya tidak mau,” ujarnya, Rabu (25/5).
Lalu ia pergi tetapi dipukul korban dengan kayu balok (sento), ia langsung mencabut pisau dan menusuk korban. “Setelah itu sajamnya saya buang ke parit atau DAM yang tidak jauh dari TKP,” katanya.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian dengan menghadirkan saksi dan pelaku.
“Ada sekitar 14 adegan yang diperagakan oleh pelaku dalam aksi yang dilakukannya tersebut, sehingga kita mengetahui kronologi kejadian yang sebenarnya,” aku dia.
Dirinya menuturkan, bahwa rekontruksi digelar untuk melengkapi berkas dan akan di serahkan ke Kejaksaan. “Dengan rekontruksi yang digelar anggota kita, maka perlengkapan berkas sudah selesai dan akan secepatnya di kirim ke Kejaksaan,” tutupnya.(Kiki)

















