Kolonel A.H. Nasution selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung. Pembakaran ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer.
Asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik di kota Bandung mati. Tentara Inggris mulai melakukan serangan sehingga pertempuran sengit terjadi di beberapa tempat. Pertempuran paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini, Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut.
Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Namun sayang, gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Namun, api masih membubung membakar kota sehingga kota Bandung pun tampak membara. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat juga masih melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung.
Peristiwa pembumihangusan kota Bandung tersebut terjadi pada tanggal 23 Maret 1946 dan kemudian dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, sebuah monumen kemudian dibangun pada tahun 1981 di lapangan Tegallega, Bandung untuk mengenang peristiwa perjuangan rakyat Bandung dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
Selain itu, peristiwa bersejarah ini juga konon mengilhami terciptanya lagu Halo Halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki yang menjadi kenangan akan emosi yang para pejuang alami saat itu, menunggu untuk merebut kembali kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api.
Halo, halo Bandung, ibu kota Periangan
Halo, halo Bandung, kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali
Sumber : santos














