Kebutuhan Bahan Pokok Sumsel Terkendali Asal Jangan Berlebihan Dalam Menghadapi Bulan Ramadhan

oleh
IMG-20220401-WA0001

“Semestinya cukup dengan satu jenis makanan tapi belinya lebih dari satu bisa sampai sepuluh dan menjadi mubasir dan kedua untuk minyak goreng di Sumatera Selatan alhamdulillah masih terkendali, karena tidak seperti daerah-daerah lain yang ibu-ibu nya masih mengantri untuk membeli minyak goreng” tambahnya.

Menurutnya, di Sumatera Selatan mungkin sudah ada 20 an Pabrik CPO tidak sama seperti daerah lain. Dan yang ketiga untuk gula pasir sudah terpantau berlebih dan ini akan kita musyawarah kan, malu juga pabrik gula ada di Sumatera Selatan kalau sampai tidak ada, untuk bahan pokok yang lain seperti cabe, bawang dan telur bisa terpenuhi.

“Tapi kadang saya juga heran dengan para petani tinggal petik sendiri di kebun tapi masih saja beli, padahal sudah cukup dengan menaman dibelakang rumah saja bisa, tinggal cari beberapa kaleng kosong kasih tanah sudah bisa menanam sendiri untuk kebutuhan rumah tangga sudah cukup” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, ini tugas kita bersama, bagaimana kita menghimbau masyarakat, memberikan pengertian kepada masyarakat lewat tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah untuk penyampaiannya.

“Untuk Inflasi bukan masalah lokal saja negara lain juga berpengaruh, kenapa berpengaruh karena kebutuhan dari minyak, kalau minyak pengaruhnya ke apa yang pasti pengaruh ke angkutan, kalau minyak naik secara otomatis angkutan naik, menjadi barang yang lain juga akan naik, karena itu sekarang di anjurkan untuk digitalisasi. Dan pesan saya jangan berlebihanlah dalam konsumsi dan bukan tidak boleh tapi jangan berlebihan kalau bisa beli satu cukup beli satu saja” pungkasnya. (edi)